Polisi Tegal Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan Curanmor Lintas Daerah

Dalam catatan Polisi, para tersangka sudah beraksi di sembilan lokasi di wilayah Kabupaten Tegal, Pemalang dan Purbalingga.

TEGAL – Sindikat kejahatan penjual sepeda motor hasil curian ber-STNK palsu berhasil dibongkar Satreskrim Polres Tegal. Polisi meringkus enam tersangka yang sudah beraksi di sejumlah kota di Jawa Tengah.

Jajaran Polres Tegal membongkar jaringan pemalsu STNK dan curannmor. Foto: metrojateng.com/adithya

Keenam tersangka ditangkap di rumah masing-masing di wilayah Kabupaten Tegal. Dalam menjalankan aksinya, para tersangka berbagi peran sebagai eksekutor, penjual dan pencetak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu.

Dalam catatan Polisi, para tersangka sudah beraksi di sembilan lokasi di wilayah Kabupaten Tegal, Pemalang dan Purbalingga. Kawanan ini tidak saja mengincar sepeda motor yang dipakir di pinggir jalan dan sawah, namun juga nekat menggasak motor yang berada di tempat parkir maupun teras rumah.

“Tidak hanya motor milik petani yang ditinggal di pinggir sawah, tetapi juga motor warga yang terparkir di rumah dan tempat parkir umum,” kara Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto saat gelar perkara.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, sebelum menjual motor hasil curiannya, para tersangka lebih dahulu membuatkan STNK palsu dengan tujuan untuk mengelabuhi calon pembelinya. Selain itu, para tersangka lebih suka menjual ke desa-desa dan bertransaksi pada malam hari.

Kasus ini terbongkar berawal dari laporan salah satu warga masyarakat yang membeli motor dari salah satu tersangka, karena ternyata ber-STNK palsu. Setelah dilakukan penyelidikan, motor yang dibeli korban merupakan sepeda motor hasil curian di wilayah Kabupaten Tegal.

Salah satu tersangka Irfan mengaku, satu unit motor ber-STNK palsu dijual seharga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Dari hasil tersebut, dirinya mendapat bagian Rp 200 ribu. Sedangkan tersangka Dodi yang bertugas mencetak STNK palsu, diberi imbalan sebesar Rp 70 ribu per satu lembar STNK.

Selain meringkus enam tersangka, Polisi menyita sembilan motor hasil curian serta peralatan scaner untuk mencetak STNK palsu. Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan Pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman masing-masing 7 tahun dan 6 tahun penjara. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.