Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Peralatan Kamera DSLR

Barang yang telah dicuri lalu dijual untuk membeli rokok dan makanan.

SEMARANG- Tiga tersangka pencurian barang elektronik diringkus petugas Polsek Genuk. Satu di antaranya merupakan seorang remaja berusia belasan tahun.

Polsek Genuk rilis kasus pencurian perangkat kamera di sebuah studio foto di Jalan Waltermonginsidi, Kamis (25/10/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Mereka adalah W (16), Muhammad Anwar Romandhan (23) warga Jalan Pureomukti Barat RT 07 RW 07, Pedurungan dan Ahmad Siswanto (27) warga Jalan Penggaron Lor RT 01 RW 05, Kelurahan Penggaron, Pedurungan.

Ketiganya diringkus lantaran kedapatan menggasak peralatan fotografi di studio foto Om Ajib yang berada di Ruko Perum Sembungharjo Permai, Jalan Wotermonginsidi Sembungharjo, Genuk. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat (5/10/2018).

“Yang mereka ambil ada kamera, ada lensa dan ada beberapa barang lain yang berada di dalam studio. Mereka masuk ke studio tersebut dengan mencongkel pintunya,” ujar Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin di kantornya, Kamis (25/10/2018).

Beberapa barang bukti yang diamankan petugas diantaranya sebuah kamera Canon 7D, sejumlah lensa, lampu flash, alat gerenda, bor dan lainnya.

Salah seorang tersangka, Anwar mengatakan target sasaran yang digasak didapat secara spontan. Mereka awalnya berboncengan bertiga dengan satu sepeda motor.

“Kami boncengan tiga, awalnya kami kayak neduh dulu sambil lihat-lihat situasi, baru setelah sepi kami langsung melakukan itu,” kata pria yang merupakan seorang buruh bangunan itu.

Dari keterangan ketiga tersangka, mereka baru sekali melakukan aksi kejahatan tersebut. Hasilnya, dibagi dan mengaku digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya buat beli rokok dan makan. Saya belum punya istri,” beber Anwar.

Ketiga tersangka kini harus mendekam di tahanan Mapolsek Genuk. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Ini proses penyidikan dari tiga tersangka memang berbeda. Yang satu sesuai dengan undang-undang perlindungan anak karena masih di bawah umur,” pungkas Zaenul. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.