Polisi Sebut River Tubing di Little Ubud Magelang Belum Berizin

Obyek wisata tubing Kali Gono atau Little Ubud untuk sementara ditutup. Polisi memeriksa lima orang saksi, termasuk dari pihak operator

MAGELANG – Tiga jenazah korban tubing Kali Gono atau Little Ubud Candimulyo Kabupaten Magelang, sudah diambil oleh keluarganya masing-masing di RSUD Muntilan pada Rabu (13/3) malam. Sedangkan satu korban asal Malaysia masih masih menunggu keluarga dan pihak kedutaan besar yang sudah dihubungi.

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Tiga jenazah langsung dibawa pulang karena pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak ada yang menuntut,” kata Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Kamis (14/3/2019).

Menurut Kapolres, pihak keluarga menganggap peristiwa yang menimpa para korban karena force majeure. Ketiga korban yakni Jully (24) warga Kalideres Jakarta barat, Tantri Ariesiawati (51) warga Jalan Janur Asri 9 Kelapa Gading Jakarta Utara dan Sicilia Mantjoeng (48) asal Manggarai Selatan, Tebet Jakarta Selatan. Sedangkan satu korban asal Selangor Malaysia atas nama Hanizah (65).

Kapolres menyatakan bahwa obyek wisata tubing Kali Gono atau Little Ubud sampai saat ini diketahui belum memiliki izin. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan perizinan.

Dikatakan pula, usai peristiwa yang menyebabkan empat wisatawan tewas, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi, terutama dari pihak operator. “Bagaimanapun harus ada tanggung jawab dari pihak operator atas musibah ini. Untuk sementara kita tutup lebih dahulu sampai ada kajian lebih lanjut,” ujar Kapolres.

BACA JUGA: Empat Wisatawan Tewas saat River Tubing di Little Ubud Magelang

Seperti diketahui, empat orang tewas saat berwisata tubing di Kali Gono atau dikenal dengan sebutan Little Ubud di Tampir Wetan Candimulyo Kabupaten Magelang, Rabu (13/3) kemarin. Setelah menyusuri sungai kecil dengan air yang jernih untuk beberapa saat, para wisatawan kemudian istirahat di bendungan dan melakukan swafoto.

Namun tiba-tiba banjir datang langsung mengempas mereka sehingga hanyut. Rombongan yang berjumlah 15 orang tercerai berai sampai ada empat orang yang ditemukan sudah meninggal dunia. Sedangkan tiga orang di antaranya mengalami luka ringan dan sisanya berhasil menyelamatkan diri.

Para korban merupakan pegiat wisata yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (Asppi). Mereka baru saja mengikuti kegiatan Jogja Istimewa Travel Exchange (Jitex) yang diadakan oleh DPD Asppi Yogyakarta pada 10-12 Maret 2019. Tiga korban meninggal dunia merupakan anggota DPD Asppi DKI Jakarta. (MJ-24)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.