Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Tewasnya Tiga Siswi SMPN 25 Semarang

Penyidik kepolisian masih mendalami keterangan saksi untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau tidak, dalam kasus tersebut.

Ilustrasi. (pixabay.com)

SEMARANG – Penyidik Polsek Semarang Utara masih menyelidiki kasus tewasnya tiga siswi SMP Negeri 25 Semarang saat ujian praktik renang di kolam renang Paradise Club Semarang siang kemarin. Sejauh ini sudah lima orang saksi yang dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. 

“Masih kami dalami. Sudah lima orang saksi yang kami mintai keterangan yaitu manajer kolam renang, dua guru pendamping kegiatan, dan dua karyawan kolam renang yang bertugas saat kejadian,” kata Kapolsek Semarang Utara, Kompol I Made Sapru, Minggu (17/2/2019).

Sementara salah satu rekan korban yang pertama kali mengetahui korban tenggelam belum dimintai keterangan. Dalam waktu dekat polisi akan mendengarkan keterangan rekan korban tersebut.

“Anak sekolah yang pertama mengetahui belum dimintai keterangan. Dalam waktu dekat akan kami lakukan, tentunya dengan pendampingan karena saksi masih di bawah umur,” jelasnya.

Sapru menambahkan masih belum bisa memastikan atau menyimpulkan terkait dugaan kelalaian. Begitu juga mengenai perbandingan kapasitas kolam renang dengan jumlah peserta ujian sesuai atau tidak.

“Unsur kelalaian belum dipastikan, harus ada unsur pembanding. Kami harus mencari pembanding untuk yang ahli dalam kolam renang. Belum diketahui juga secara pasti apakah ketiga korban itu bisa renang atau tidak,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, tiga siswi kelas IX SMP Negeri 25 Semarang tewas tenggelam di kolam renang Paradise Club, Jalan Utari I, Kompleks perumahan Indraprasta, Semarang Utara, Sabtu (16/2/2019).

Tiga siswi tersebut di antaranya Jihan Rif’at (15) warga Kuningan, Semarang Utara, Mutiara L (15) warga Bandarharjo, Semarang Utara, dan Tasya Alifia (15) warga Jalan Banowati, Bulu Lor, Semarang Utara.

Ketiganya ditemukan tenggelam di kedalaman 2,75 meter saat mengikuti ujian praktik yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Kegiatan di kolam renang tersebut didampingi oleh dua guru olahraga bernama Suyono dan Eri. Total siswa yang ikut ujian praktik adalah 148 anak. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.