Polisi Kumpulkan Pemulung dan Penyapu Jalan Diajak Sarapan Bersama

Kurang lebih 70 orang terdiri atas kaum duafa, pemulung, dan penyapu jalan, mendadak dikumpulkan oleh tim kepolisian.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi saat berbagi kebahagiaan dengan cara menyuapi makan ibu-ibu dalam acara makan bersama dan bagi sembako dengan 70 orang terdiri atas kaum duafa, pemulung, dan penyapu jalan. (istimewa)

 

SEMARANG – Memahami situasi dan kondisi masyarakat sangat penting untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman wilayah. Berbagi kebahagian merupakan salah satu cara untuk memahami situasi dan kondisi tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang di Taman Gajahmungkur pada Rabu (13/3/2019) pagi. Dalam kesempatan itu polisi duduk lesehan bersama 70 orang yang terdiri atas kaum duafa, pemulung, dan penyapu jalan. Kegiatan tersebut merupakan agenda dari Polrestabes Semarang, Polsek Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur.

“Tadi pagi mengumpulkan para pemulung, kaum duafa, dan penyapu jalan. Mereka semua yang terdaftar dalam penerimaan bansos. Kami sarapan bersama, duduk bersama tidak ada yang tinggi dan rendah, makanan juga sama. Ada pembagian sembako juga,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Enriko Silalahi usai kegiatan.

Enriko menjelaskan, kegiatan di Taman Gajahmungkur tersebut merupakan bagian dari program Tiga Ayo yang dicanangkan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji. Tiga Ayo tersebut meliputi Ayo Berbagi, Ayo Takziah, dan Ayo Peduli. Bahkan Enriko juga sempat menyuapi seorang ibu-ibu sebagai bentuk sentuhan empati dan kebahagiaan.

“Tadi itu termasuk Ayo Berbagi. Tadi ada ibu-ibu paling berumur yang kami berikan sentuhan kebahagiaan dengan menguasai makan. Dalam hidup ini kita perlu memberikan kebahagiaan kepada seseorang. Apa yang saya berikan ini belum tentu diberikan oleh orang lain,” ungkapnya.

Kegiatan di Taman Gajahmungkur tersebut juga sesuai dengan perintah Kapolri dan Kapolda untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Pendekatan dan memberikan kebahagiaan kepada mata itu sangat penting untuk pelaksanaan tugas polisi. Apalagi mendekati pemilu dengan suhu yang panas maka harus didinginkan dengan cara yang senang dan tenang.

“Pendekatan kepada masyarakat sangat penting untuk mengerti situasi dan kondisi masyarakat. Jadi tugas polisi tidak hanya penegakan hukum saja tetapi juga dekat dengan masyarakat. Ini sangat baik untuk polisi dalam melaksanakan tugas. Kapolrestabes sudah memerintahkan kegiatan ini untuk dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (aka)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.