Polisi Kendal Tangkap Empat Pengedar Uang Palsu

Uang palsu tersebut sedianya akan ‘didoakan’ yang diyakini bisa berubah menjadi uang asli.

KENDAL – Tim Reskrim Polres Kendal meringkus empat anggota komplotan pengedar uang palsu. Uang palsu pecahan 50 ribu dan 100 ribu sebanyak 542 lembar diamankan polisi sebagai barang bukti.

Komplotan pengedar uang palsu diamankan di Mapolres Kendal. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Empat tersangka yang diamankan yakni Nasoka warga Ngampel, Suradi warga warga Ngaliyan Semarang, Intan warga Semarang Tengah dan Joko Yatmo warga Semarang.

Berdasarkan pengakuan Nasoka, uang palsu ini didapat dari Suradi dan Intan. Kedua orang yang belum dikenal Nasoka ini datang ke rumah dan meminta uang palsu senilai Rp 40 juta diproses agar menjadi uang asli.

Nasoka juga mengakui jika dirinya sudah tahu bahwa uang yang dibawa Suradi dan Intan adalah uang palsu dan minta didoakan agar menjadi uang asli.

“Sebelumnya saya tidak kenal dua orang ini. Mereka datang bawa uang palsu dan minta diproses agar jadi uang asli. Tapi baru satu hari diproses keburu ditangkap polisi,” katanya, Sabtu (9/3/2019).

Sementara Intan mengatakan, ia hanya dititipi uang palsu tersebut “Saya hanya mengantarkan Suradi membawa uang palsu ke rumah Nasoka. Kalau uangnya dari seseorang warga Banyubiru,” jelas Intan.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha mengatakan penangkapan komplotan pengedar uang palsu ini berkat laporkan warga yang mengetahui, Nasoka menyimpan uang palsu. “Dari pengembangan penangkapan Nasoka diketahui jika uang tersebut didapat dari Suradi dan Intan warga Semarang,” ujar kasat.

Dari rumah Nasoka polisi menemukan uang palsu pecahan 100 ribu dan 50 ribu senilai 38 juta. “Dari pemeriksaan uang tersebut dititipkan Suradi dan Intan untuk diproses menjadi uang asli. Pengembangan polisi akhirnya menangkap Joko Yatmo yang juga menyimpan uang palsu senilai 16 juta,” imbuh Nanung.

Dari barang bukti yang diamankan nomor seri yang tercantum dalam pecahan 100 ribu yaitu YB2086712, BDU748513, BDF569381. Kemudian untuk pecahan 50 ribu bernomor seri LA5279236, PD2797223, DD5042426 dan IDE111859.

Polisi masih melakukan pengembangan dari mana uang tersebut. Para pelaku dijerat pasal 36 ayat 2 atau ayat 3, junto pasal 26 ayat 2 terkait Undang-undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.