Polisi Ingatkan Masyarakat Jangan Mudah Percaya Pesan Berantai

Pesan berantai melalui WhatsApp tentang kabar tertangkapnya pelaku teror pembakaran kendaraan di Kota Semarang dan sekitarnya ditegaskan hoax.

 

Ilustrasi
SEMARANG – Kabar terkait pelaku pembakaran kendaraan bermotor di Kota Semarang dan sekitarnya tertangkap dan pelaku berjumlah lebih dari satu orang santer beredar melalui pesan WhatsApp. Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menyatakan informasi tersebut adalah hoax. Pasalnya sampai saat ini polisi belum menangkap satu pun pelaku teror pembakaran kendaraan tersebut.

 

Diketahui pesan WhatsApp tersebut santer tersebar sejak Kamis (7/2) hingga hari ini. Dalam pesan tersebut tidak disebutkan tanggal tetapi terdapat keterangan waktu. Dalam pesan tersebut juga ada imbauan agar warga berhati-hati karena ada pelaku yang belum tertangkap.

 

Berikut isi pesan yang beredar tersebut, “Pelaku pembakaran mobil dan motor.
sebagian ,pelaku sudah tertangkap ,tadi malam jam 2, identitas pelaku kebanyakan dari daerah Watu kebo meteseh,dan ada 2 orang dari Jatingaleh belakang pasar,di introgasi di Semarang menyebar sekitar 60 orang ini baru sebagian,kini tersangka diamankan di,Polsek Banyumanik,silahkan cek,mohon hati2 kepada seluruh Warga talang Sari karena Masih ada yg belum ketangkap baru sebagian,Terima kasih bpk BabinSa,dan TNI ,Polri ygsemalam menggelar Razia Gabungan.”

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut secara tegas menyatakan kalau pesan tersebut hoax. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya segala informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

 

“Itu hoax. Masyarakat bisa konfirmasi kepada kepolisian untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima, jangan langsung percaya,” katanya, Jumat (8/2/2019).

 

Agus memaparkan saat ini kepolisian masih bekerja keras untuk mengungkap peristiwa pembakaran kendaraan bermotor tersebut. “Masih dalam proses,” ungkapnya.

 

Sebelum pesan tersebut santer beredar, kabar adanya seorang pria yang diamankan dengan menyimpan bahan bakar minyak dalam botol di dalam jok motor juga beredar. Menurut Agus, memang ada peristiwa tersebut. Pria yang diamankan membawa bensin dalam botol tersebut terjaring razia.

 

“Setelah diperiksa ternyata tidak ada kaitannya. Ia membawa bensin dalam botol dengan alasan cadangan karena perjalanan jauh dan speedometer motor mati,” pungkasnya. (aka)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.