Polisi Cokok Pengedar Sabu Senilai Rp 11,2 M di Apartemen Candyland

Polisi mengaku masih memburu bandar yang memasok sabu tersebut.

SEMARANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dengan barang bukti seberat 8 kilogram. Paket sabu tersebut disita dari seorang pengedar bernama Rudy Rachman (33), warga asal Jalan Teluk Tiram, Gang Laut 01, Banjarmasin Barat, di kamar nomor 1023 Apartemen Candyland, Jalan Diponegoro, Semarang, Senin (8/4/2019), sekitar pukul 03.30.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji didampingi oleh Direktur Resnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Wachyono dan Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo menunjukkan barang bukti.(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

“Satresnarkoba Polrestabes Semarang berhasil mengamankan seorang pria asal Banjarmasin. Pria ini merupakan pengedar narkoba jenis sabu. Ditangkap di sebuah kamar apartemen. Di dalam kamar itu didapati sabu dengan berat total 8 kilogram,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/4/2019).

Paket sabu seberat 8 kilogram tersebut terbagi dalam 5 bungkus teh Cina warna hijau dengan berat masing-masing 1 kilogram dan 30 paket kecil siap edar masing-masing berisi 100 gram.

Pengungkapan tersebut berdasarkan hasil informasi yang diterima oleh Satresnarkoba Polrestabes Semarang terkait adanya peredaran narkoba di wilayah Semarang. Setelah dilakukan penyelidikan selama lebih kurang 15 hari, polisi menemukan keberadaan tersangka yang tiba di Kota Semarang dan menginap di Apartemen Candyland.

“Tersangka ini tiba di Semarang dari Banjarmasin pada tanggal 31 Maret 2019, melalui Bandara Ahmad Yani. Kemudian dijemput oleh seorang rekannya dan langsung menuju ke Apartemen Candyland,” jelas Abioso didampingi Direktur Resnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Wachyono dan Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo.

Sehari setelah tiba di Semarang, tersangka diajak oleh seseorang berinisial DD untuk pergi ke tempat hiburan di wilayah Bandungan. Esok harinya tersangka kembali lagi ke Semarang dan mendapat perintah dari Mr X.

“Sehari kemudian ada petunjuk dari Mr X untuk bergeser ke MG Suite dengan membawa tas. Ternyata tas yang dibawa tersangka RD (Rudy Rachman) kurang besar dan Mr X memintanya mencari tas lain,” papar Abioso.

Atas perintah itu, tersangka Rudy ditemani seseorang langsung membeli tas baru. Setelah itu kembali lagi ke MG Suite dan meletakkan tas tersebut di dekat pot lobi MG Suite. Tas kosong tersebut ditinggal dan diambil kembali sekitar 12-13 menit kemudian dengan kondisi sudah berisi barang diduga sabu.

“Tersangka kemudian kembali ke apartemen. Di dalam kamar apartemen itu tersangka memecah atau membagi 8 kilogram sabu ke dalam paket kecil siap edar. Saat itulah anggota yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo langsung menyergap tersangka,” ungkap Abioso.

Abioso menambahkan narkoba jenis sabu sejumlah 8 kilogram tersebut merupakan jumlah yang fantastis di Kota Semarang. Sementara dari pemeriksaan, tersangka mengaku menjadi kurir. Paket sabu tersebut merupakan milik seseorang yang masih dalam pengejaran polisi.

“Tersangka ini mengakunya sebagai kurir. Sabu yang disita ini senilai Rp 11,2 miliar. Kami masih kejar Mr X yang diduga pemilik dan pemberi petunjuk tersangka RD,” tegasnya.

Tersangka Rudy Rachman mengaku belum tahu sabu tersebut akan diedarkan di mana. Ia hanya bertugas membagi ke dalam paket kecil. Terkait dikirim ke mana ia mengatakan masih menunggu perintah.

“Belum tahu diedarkan ke mana. Tahunya setelah ada instruksi. Belum dijanjikan diberi berapa untuk ini,” ujar tersangka yang diketahui sudah menerima uang sekitar Rp 25 juta.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 11ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukum maksimal pidana mati atau seumur hidup. (aka)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.