Polisi Cari Jasad Wanita yang Dibuang di Kali Bodri hingga ke Laut Jawa

Polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan tersangka di kediamannya dan mayat korban dibuang ke Kali Bodri.

KENDAL – Polisi belum berhasil menemukan jasad Sri Setyawati yang dibuang di Kali Bodri. Untuk mengungkap kasus pembunuhan perempuan asal Semarang itu, penyidik Polres Kendal terus mengumpulkan bukti di lokasi kejadian dan rekaman CCTV serta tes DNA korban.

Tim Labfor melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan Sri Setyawati. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Tersangka pembunuhan Sri Setyawati, Ashar warga Patukangan Kendal masih menjalani pemeriksaan petugas Reskrim Polres Kendal. Polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan tersangka di kediamannya dan mayat korban dibuang ke Kali Bodri.

Polisi masih belum percaya dengan keterangan pelaku, yang mengaku tega membunuh lantaran korban meminta uangnya kembali. Polisi menduga masih ada motif lain dibalik terbunuhnya wanita paruh baya tersebut.

Kejadian ini berawal saat keduanya melakukan transaksi jual beli rumah milik pelaku. Korban memberikan uang Rp 500 ribu kepada Ashar sebagai uang transport dan mengurus surat-surat rumah.

Dari keterangan tersangka, ia tega menghabisi nyawa korban karena sakit hati dengan perkataan korban yang terus meminta uangnya sebesar Rp 500 ribu dikembalikan. Bahkan korban mengancam akan meminta uang itu kepada istri tersangka.

“Saya emosi lantaran korban melibatkan istri saya yang tidak tahu masalah tersebut. Lalu saya dorong tubuh dia, membekapnya dan menusuk korban dengan gunting di bagian leher dan perut beberapa kali,” katanya kepada penyidik, Kamis (21/2/2019).

Merasa panik dan ketakutan, Ashar menyembunyikan jasad korban ke kamar mandi di rumah kosong di sebelah rumah pelaku. Setelah beberapa hari jasad korban disembunyikan kemudian dia membungkusnya dengan karung dan membuangnya di Kali Bodri.

“Kalau saya kenal dengan korban sejak awal bulan desember 2018 melalui facebook,” imbuh Ashar.

Sementara itu Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita mengatakan polisi masih berupaya untuk mencari mayat korban pembunuhan ini. “Dengan melakukan penyisiran di Kali bodri hingga perairan Laut Jawa. Hingga kini motif pembunuhan karena emosi sesaat pelaku kepada korban yang menagih hutang,” jelasnya.

Ditambahkan kapolres, meski mayat korban belum ditemukan polisi tetap melanjutkan kasus ini dengan mengumpulkan bukti. Seperti pakaian yang terdapat bercak darah rekaman CCTV di Perumahan Witjitra Langenharjo dan tes DNA yang dilaksanakan Labfor Mabes Polri cabang Semarang.

“Hari ini Labfor melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk memeriksa DNA korban,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.