Polisi Blokir 50 STNK Pengendara usai Terjaring Tilang Elektronik

Ada juga 50 pelanggar yang tidak melakukan konfirmasi, sehingga kami lakukan tindakan pemblokiran STNK.

SEMARANG- Sebanyak 80 pengendara terjaring operasi CCTV atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Semarang periode 3-25 Desember 2018.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi. Foto: metrojateng.com/Efendi

Sistem tilang berdasarkan pantauan kamera pengawasa ini memerlukan konfirmasi dari pemilik kendaraan. Pengendara yang ditindak itu telah mengonfirmasi surat tilang yang dikirim ke rumah pengendara berdasar alamat STNK.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, ada 130 pengendara yang mendapatkan surat tilang, karena melanggar. Tapi, 50 pengendara tak menjawab surat itu, sehingga sanksi tegas diberlakukan dengan memblokir STNK. Menurut Ardi pelanggar yang tidak mengonfirmasi mengaku, kendaraan sudah dijual dan tidak mengetahui pemilik baur kendaraan itu.

“Sejak diberlakukan ETLE sampai tanggal 25 Desember 2018, sudah ada 80 pelanggar mengonfirmasi. Ada juga 50 pelanggar yang tidak melakukan konfirmasi, sehingga kami lakukan tindakan pemblokiran STNK,” kata Ardi, Kamis (27/12/2018).

Pemberlakuan ETLE, kata dia, efektif dibandingkan menggelar razia di jalanan. Hal ini berdampak positif untuk tugas lain yang memerlukan petugas.

“Tadinya kita menerjunkan personel langsung seperti di Simpang Mapolda Jateng, personel tersebut bisa dipindah ke tempat yang belum terjangkau. Ke depan kami juga akan fokus ke daerah pinggir,” kata Ardi.

Temuan lain dari pelanggar, kata dia, data kendaraan tidak valid. Ada banyak kendaraan yang identitasnya bukan pemilik saat ini. Dari 130 pelanggar yang sudah dikirim surat konfirmasi saja, ada 50 pemilik kendaraan datanya tak valid.

Pihaknya berencana, ETLE akan diperluas sampai di Jalan Siliwangi atau Kalibanteng. Saat ini baru ada di empat lokasi, yakni Simpang Mapolda Jateng, Tugu Muda, Simpang Manggala Gajahmada dan Simpang RRI.

“Dari sisi ketertiban, secara psikologis sangat berdampak pada ketertiban masyarakat. Apalagi kalau nanti kita tambah, akan membuat masyarakat pikir-pikir lagi untuk berbuat pelanggaran,” beber Ardi.

Untuk mendukung pelaksanaan ETLE sendiri, rencananya pada 2019 Korlantas Polri akan mengucurkan dana untuk pembangunan Traffic Manajemen Center (TMC). Ruang pemantauan tersebut akan dibangun di lantai dua Pos Naga, Simpanglima, Semarang.

“Nanti di dalamnya ada back officenya ETLE, pantauan lalulintas juga ada. emudian penindakan ETLE juga bisa dipantau melalui ruangan ini,” kata Ardi. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.