Polda Jateng Amankan 97 Orang Diduga Pelaku Anarkis Dalam Demo Tolak UU Cipta Kerja di Seluruh Jawa Tengah

Tinjau Lokasi- Kapolda Jateng Irjen Pol achmad Lutfi, saat meminta keterangan dari pendemo UU Cipta Kerja di Magelang. (Ist/tya)

 

SEMARANG,METROJATENG.COM- Polda Jateng mengamankan 97 orang yang diduga melakukan tindakan anarkis dalam aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja yang dilakukan buruh dan mahasiswa  Rabu (7/20).Selain itu 4 orang berinisial IAN, MAM, IRF, NAA menjalani proses hukum di Polrestabes Semarang. 

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna , Jumat (9/10) mengatan dalam aksi demo tersebut 11 orang anggota Polri mengalami luka. Sedangkan dari pihak pendemo  pendemo ada 11 orang luka-luka.

Aksi demo tidak hanya mengakibatkan banyak korban terluka tetapi juga menyisakan sejumlah kerusakan fasilitas umum.

Tak hanya kerusakan fasilitas umum, kerugian materi pun banyak dialami seperti motor dinas, mobil dinas sampai dengan pos lantas yang dirusak oleh para demonstran,  korban luka luka pun tak terhindarkan.

” Banyak fasilitas publik dan sarana kepolisian telah dirusak massa. Gerbang gedung DPRD Provinsi Jateng juga dirusak massa demo di Semarang pada, di Sukoharjo Truck Satpol PP dan Pos Polisi dibakar massa, di Pekalongan Mobil dinas kominfo dan  Mobil binmas Polres Pekalongan tak luput dari amuk massa. Tak hanya itu para demonstran juga merusak  lampu taman kota Semarang” ucap Kabidhumas Polda Jateng.

Senada dengan pemerintah Kabidhumas Polda Jateng menyatakan, kepolisian akan menindak tegas massa yang berlaku anarkistis saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja, sebab hal ini merupakan tindak kriminal yang harus dihentikan

Menindaklanjuti hal tersebut Kabidhumas Polda Jateng mengungkapkan sampai dengan sore ini Polda Jawa Tengah telah mengamankan puluhan orang yang diduga sebagai pelaku anarkis dalam demo kemarin 4 orang diantaranya telah diproses hukum dengan pasal 170, 212 dan 216 KUHP di Polrestabes Semarang,

Jumlah yang diamankan dalam 2 lokasi Unras di Kartosuro dan Perempatan Pemda  5 orang (3 orang usia Pelajar) Sementara sudah dikembalikan dan dilakukan pembinaan dengan memanggil orangtua.

“Para Pelaku tindak anarkis ini akan dijerat dengan pasal 212, 216, 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun.” tegas Kabidhumas Polda Jateng.

Siang ini, Jumat (9/10/2020) pukul 14.00 WIB tadi, Kapolda Jateng memantau demontrasi di depan Grand Artoz Magelang, saat ini situasi telah terkendali.

“Tidak ada masyarakat yg boleh mengganggu dan merusak fasilitas umum, sudah kami bubarkan dengan protap Kapolri mulai dari tim dalmas sabhara, sampai pasukan anti huruhara brimob karena eskalasi sudah meningkat anarkis, yang jelas Polri tetap memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat” tegas Kapolda Jateng. Jumat (9/10)

Meski beberapa hari lalu telah terjadi aksi demontrasi namun Kapolda Jateng menegaskan, daerah Jawa Tengah secara umum kondusif. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.