PLN Jateng-DIY Kirim Lagi Relawan ke Sulawesi Tengah

Tim ini akan berada di wilayah terdampak bencana selama kurang lebih 14 hari.

SOLO- Pemulihan kelistrikan pascabencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah terus diupayakan. PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY kembali melakukan pemberangkatan tim relawan kedua.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Agung Nugraha melepas tim relawan yang akan terjun ke lokasi bencana di Sulawesi Tengah di Hotel Harris Solo, Minggu (14/10/2018). Foto: metrojateng.com/dokumentasi

Acara pelepasan tim relawan dilakukan langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Agung Nugraha di Hotel Harris Solo, Minggu (14/10/2018).

“Tim tanggap darurat tahap dua akan menggantikan tugas tim sebelumnya yang bertugas memulihkan kelistrikan di lokasi gempa. Saya ucapkan terima kasih kepada para relawan yang berpartisipasi dalam pemulihan kelistrikan di sana. Semoga dalam tugas selalu menjaga kesehatan dan keselamatan,” katanya.

Ia menambahkan, fokus utama tim yakni meneruskan penyelesaian pekerjaan terkait perbaikan jaringan distribusi kelistrikan. Selain itu, perbaikan pada jaringan tegangan rendah (JTR) dan jaringan tegangan menengah (JTM) menjadi prioritas bagi tim untuk segera berfungsi normal kembali.

Tim PLN juga bersiaga untuk melakukan penyalaan di sambungan rumah yang kondisi jaringan dan bangunannya memungkinkan.

Tim ini akan berada di wilayah terdampak bencana selama kurang lebih 14 hari. Sebanyak 30 personel akan diberangkatkan ke wilayah terdampak pada Senin (15/10/2018) dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Tim terdiri atas 12 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 12 personel Pelayanan Teknik dan 6 personel dari PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY.

Agung berencana memberangkatkan lagitim relawan tahap tiga yang terdiri atas bidang administrasi dan niaga yang dikerahkan untuk melakukan pendataan pelanggan dan penertiban pascabencana. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.