PLN Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

Simulasi tanggap darurat dibuat menyerupai kejadian sebenarnya.

SEMARANG- PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng dan DIY menggelar simulasi tanggap darurat yang diikuti oleh seluruh karyawan.

Tim gabungan divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3L) PLN UID Jateng dan DIY melaksanakan simulasi tanggap darurat bencana di kantor tersebut, Kamis (18/10/2018). Foto: metrojateng.com/dokumentasi

Pejabat Pengendali K3L PLN UID Jateng dan DIY, Lilik Sudaryanti mengatakan, tim tersebut diberikan pelatihan kilat tanggap bencana untuk bertanggungjawab serta berperan langsung dalam menangani kegiatan simulasi dari persiapan hingga usai.

“Dalam praktiknya, tim gabungan menyampaikan informasi kepada karyawan di setiap lantai untuk siaga ketika sirine peringatan dibunyikan dan berkumpul di titik kumpul evakuasi. Setiap divisi telah dilatih untuk menjalankan perannya masing-masing dalam simulasi tersebut,” jelasnya di sela kegiatan simulasi, Kamis (18/10/2018).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu kewajiban perusahaan dan diatur dalam undang-undang keselamatan kerja agar setiap karyawan memahami alur evakuasi penyelamatan diri ketika terjadi situasi darurat.

Persiapan simulasi dimulai dari pembentukan tim gabungan yang dipilih oleh divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3L).

Simulasi tanggap bencana gempa bumi, aksi huru-hara, ancaman bom dan kebakaran ini menyerupai kejadian sebenarnya. Ada tim penjinak bom dari kepolisian untuk melakukan peledakan sekaligus penanganan bom serta tim Palang Merah Indonesia yang langsung terjun dalam pemberian pertolongan pertama pada korban.

Seluruh peserta simulasi merespons positif kegiatan tersebut dan antusias mengikuti arahan dari tim gabungan yang bertugas. Lilik menambahkan, pihaknya merasa puas dengan kerja tim yang telah optimal dalam memberikan simulasi tanggap bencana kepada seluruh karyawan.

“Saya senang dengan hasil kerja optimal dari tim gabungan simulasi tanggap bencana ini. Harapannya, tim ini bisa tangguh, lebih waspada, lebih peduli, dan lebih tahu untuk mengamankan lokasi saat terjadi keadaan darurat,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.