PKL Ikan Hias Kenari Salahi Aturan

Jalan Kenari rencananya akan dibenahi dan dibuatkan saluran drainase.

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta pedagang ikan hias di Jalan Kenari memahami percepatan pembangunan yang sedang berlangsung di Kawasan Kota Lama. Mereka diharapkan mau untuk direlokasi ke tempat yang telah di sediakan.

Petugas mengendalikan alat berat untuk membongkar kios PKL yang berada di aliran Sungai Banjir Kanal Timur Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Senin (20/8/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Terlebih menurut wali kota yang akrab disapa Hendi, para pedagang ini juga menempti lokasi yang bukan peruntukkannya. Hal ini disampaikan Hendi, menyikapi belum mau pindahnya pedagang ikan hias di Jalan Kenari.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pembangunan Kawasan Kota Lama sedang dilakukan percepatan. Karenanya, pedagang diminta untuk memahaminya, dan mau untuk segera direlokasi ke tempat yang telah disediakan.

“Apalagi kan keberadaan pasar ikan hias Jalan Kenari juga menyalahi aturan. Karena di lokasi tersebut seharusnya peruntukkannya bukan untuk pasar ikan hias atau PKL, jadi pedagang harus segera mengosongkan lokasi tersebut,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Jalan Kenari sendiri rencananya akan dibenahi dan dibuatkan saluran drainase. Namun sampai saat ini pekerjaan tersebut belum dapat dilakukan, lantaran para pedagang meminta ada kesepakatan dulu sebelumnya.

Pemkot Semarang enggan menepati keinginan pedagang ikan hias di Jalan Kenari. Pedagang diberikan lokasi relkoasi yakni di Pasar Ikan Hiegenis (PH) atau di Pasar Dargo. (duh).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.