PKBI Ajak Instansi Lihat Program Percontohan Kesehatan Reproduksi

Manfaat dari kegiatan ini bisa mengantisipasi anak putus sekolah.

SEMARANG- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Jawa Tengah mengajak sejumlah instansi pendidikan dari daerah-daerah untuk mengunjungi SMPN 22 Kota Semarang.

Direktur Eksekutif PKBI Jawa Tengah Elizabeth S.A. Widyastuti meneken kerjasama sekolah percontohan program pendidikan reproduksi seksual di SMP Negeri 22 Semarang, Rabu, 8 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto.

Para pejabat instansi pendidikan yang dimaksud mulai dari perwakilan Disdik Kupang, Kepala SMAN 2 Kupang, Direktur PKBI Lampung beserta pengurus sekolah setempat dan perwakilan pejabat dari DKI Jakarta dan Kemdikbud.

“Kota Semarang jadi lokasi kunjungan karena ada kegiatan kerjasama dengan rekan-rekan di lingkungan SMP. Terutama tahap pelatihan monitoring kesehatan reproduksi seksual,” kata Direktur Eksekutif PKBI Jateng, Elizabeth SA Widyastuti, Jumat (19/10/2018).

Ia menjelaskan SMPN 22 bersama dua sekolah lainnya akan menjadi sekolah percontohan dalam upaya peningkatan kesehatan reproduksi seksual.

Perkembangan pembelajaran reproduksi seksual di sekolah itu akan dievaluasi secara bertahap selama tiga tahun untuk mengetahui seberapa besar efektivitasnya.

Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, mengatakan peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi dan seksual guna mengantisipasi pergaulan bebas hingga perilaku berhubungan seks menyimpang.

“Manfaat dari kegiatan ini bisa mengantisipasi anak putus sekolah, pergaulan bebas dan narkoba. Karena di kota-kota besar perilakunya seperti itu,” bebernya.

Ia menenggarai kasus-kasus yang rentan muncul di tiap SMP mulai pelecehan seksual dan seks bebas.

“Makanya kita merangkul siswa dan guru juga untuk menanggulangi permasalahan ini,” tandasnya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.