Pilpres Makin Dekat, Perempuan NU Diminta Waspada Hoaks

Praktik produksi hoaks yang sudah sukses di Amerika, Inggris dan Brasil akan dicoba dengan cara-cara yang sama untuk diterapkan di Indonesia.

TEGAL – ‎Mendekati kontestasi pelaksanaan Pilpres, produksi hoaks semakin meningkat. Demikian ditegaskan Direktur ‎Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ida Fauziyah dalam Deklarasi Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) Kabupaten Tegal, di Gedung Yaumi, Slawi, Minggu (31/3/2019) siang.

Direktur ‎Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ida Fauziyah Deklarasikan Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (JPNU) di Tegal. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Banyak hoaks untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga tak sedikit masyarakat yang mengalihkan pilihan atau belum menentukan pilihan,” tegas Ida.

Hal itu, sambung Ida, meniru cara serupa yang sudah sukses dilakukan dalam pilpres di Amerika Serikat dan Brasil. Ida menyebut, hoax merupakan lawan sesungguhnya dari Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 ini.

Bahkan, praktik produksi hoaks yang sudah sukses di Amerika, Inggris dan Brasil akan dicoba dengan cara-cara yang sama untuk diterapkan di Indonesia.

“Setiap hari hoaks terus diproduksi. Lawan Jokowi-Ma’ruf itu bukan Prabowo-Sandi, melainkan hoax. Bahkan, secara khusus dibentuk tim untuk mengetuk pintu rumah-rumah‎ untuk menyebarkan hoaks,” pungkasnya.

Meski demikian, Ida meyakini cara-cara tersebut tidak akan berhasil dilakukan di Kabupaten Tegal. Sebab, keberadaan perempuan-perempuan NU yang sudah merapatkan barisan untuk memerangi hoaks dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Perempuan-perempuan NU harus bisa menyaring, menjelaskan kalau ada yang menyebar hoaks dan fitnah bahwa Jokowi anti Islam, Jokowi PKI, Jokowi antek asing. Sampaikan dan jelaskan itu tidak benar,” tandas inisiator JPNU ini.

‎Ida mengatakan, warga NU, khususnya perempuan-perempuan NU, memiliki tanggungjawab moral untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin karena sosok Ma’ruf Amin merupakan salah satu putra terbaik NU. Alasan lainnya, karena Jokowi memiliki kepedulian terhadap perempuan.‎

Hal senada juga disampaikan ‎Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudori yang juga hadir dalam acara Deklarasi JPNU di Slawi. Menurut dia, maraknya hoaks yang menyerang Jokowi menjadi salah satu yang harus diwaspadai mendekati pelaksanaan pilpres.

“Banyak tikungan, banyak godaan. Ada yang bawa hoaks Jokowi mau menghilangkan azan. Ada lagi bahwa Jokowi anak PKI. Ini fitnah yang keji. Karena mereka mencari kelemahanya Pak Jokowi tidak ketemu. Dicari korupsinya tidak ketemu, karena Jokowi adalah sosok yang bersih. Dicari di anaknya juga tidak ketemu,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Gus Yusuf itu pun meminta warga NU untuk terus memerangi hoax yang beredar dan semakin memantapkan pilihan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin pada 17 April nanti.

“Tidak ada pilihan lain, kecuali pasangan 01. Agar ahlu sunnah wal jamaah tetap lestari,” tutupnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.