#PilkadaPekalongan Berbau Provokatif, APK Paslon Dicopot

image

PEKALONGAN – Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) berbau provokatif ditertibkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8).

Ketua Panwaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi mengatakan, sejumlah spanduk paslon yang terkesan provokatif tersebut tersebar di Kecamatan Wiradesa dan Kedungwuni.

Dia memaparkan, beberapa spanduk atau APK yang mengandung kata provokatif seperti penggunaan kata “Ribood” dan “Wiswadi” yang diduga merupakan pelesetan nama salah satu calon.

“Dalam KBBI kata “Ribood” itu tidak ada, yang ada “Ribut”. Kata “Wiswadi” juga tidak ada, yang ada itu “Waspada”,” jelasnya.

Fahmi menambahkan, pihaknya menginstruksikan kepada Panwascam dan PPL untuk menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang mengandung kalimat provokatif sebagai langkah preventif terjadinya sengketa.

“Panwascam dari Kedungwuni dan Wiradesa sudah menertibkan. Besok, giliran Satpol PP yang akan menindaklanjuti penertiban itu,” timpalnya.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan surat teguran ke parpol pengusung, untuk bersedia menertibkan sendiri alat peraga kampanye.

“Sesuai dengan PKPU, pihak paslon maupun tim kampanyenya tidak boleh memasang APK sendiri. Sebab, KPU yang memfasilitasi APK untuk setiap paslon,” pungkasnya. (MJ-21)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 44 = 45

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.