Pilgub Jateng, Mesin Politik Gerindra Menggerus Suara PDIP

SEMARANG – Mesin politik Partai Gerakan Indonesia Raya terus melakukan konsolidasi di tingkat grassroot demi menggerus basis suara PDIP di Jawa Tengah. Hal itu diungkapkan Wakil Sekjen DPP Gerindra, Andre Rosiade saat memantau dinamika politik menjelang coblosan Pilgub Jateng 2018.

kampanye damai
Kampanye Damai Pilgub Jateng. Foto: metrojateng.com/dok

Ia menyebut semua mesin partainya masih terus menggempur suara Ganjar Pranowo yang kembali maju sebagai calon gubernur petahana di Pilgub.

Mesin-mesin partai pendukung pasangan Sudirman-Ida masih terus melakukan konsolisasi di tingkat bawah. “Mesin partai sampai ketingkat DPC terus bergerak melakukan konsolidasi,” terang Andre, Kamis (31/5).

Ia mengungkapkan semua kader partai pendukung Sudirman-Ida ikut menyosialisasikan program-program untuk pengentasan kemiskinan dan menjadikan Jawa Tengah bebas korupsi.

Hasil survei yang telah dilakukan, 60 persen warga Jateng menginginkan adanya perubahan.

“Dari survei kita masih ada peluang, 60 persen masyarakat menginginkan adanya perubahan. Selain itu juga bagaimana kita meyakinkan swing voter,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kontestasi Pilkada Jateng menjadi salah satu pertarungan utama. Pasalnya, jika pihaknya memenangkan suara di Jawa Tengah yang notabene menjadi basis PDI Perjuangan, akan membuka peluang besar bagi Prabowo pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kemenangan Pilgub Jateng tentu menjadi pintu masuk untuk Prabowo. Seperti di DKI, menambah nilai untuk Prabowo,” urainya.

Sedangkan, menurut peneliti LIPI, Siti Zuhro, Pilgub bakal jadi acuan bagi keyakinan Prabowo untuk maju Pilpres 2019. Kuncinya, tentu Sudirman Said harus mengalahkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Jika Sudirman menang, Prabowo mempunyai investasi suara di Jateng. Karena, suara di Jateng seperti di DKI Jakarta, Jabar dan Jatim yang memang tidak main-main untuk mengejar kemenangan. “Itu untuk mendokrak suara Prabowo seperti di Jakarta ketika Anies Baswedan menang,” imbuhnya.

Siti berpendapat Ganjar saat ini sedang tersandung masalah e-KTP.  “Dan jika terobosan dibandingkan dengan Pakde Karwo (Gubernur Jatim) masih jauh. Terobosan-terobosan itu merupakan bentuk konkret sebagai sebuah provinsi,” katanya.

Karenanya, ia menyarankan Sudirman belajar dari Pilgub Jakarta. Khususnya dalam konteks membaca peluang dan pemanfaatan kemenangan di Jateng.

“Saat itu survei Anies berada di bawah dan dilihat kalah. Namun ada momen akhirnya meroket naik. Jadi kalau ada mukzizat besar kemungkinan Pak Dirman dan Mba Ida bisa menang apalagi integritas oke,” pungkasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 26 = 31

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.