Petugas Tiket Curang, Pendapatan Trans Semarang Bocor 

Modusnya mulai dari penumpang tidak diberi tiket higga tiket pelajar dipakai untuk penumpang umum.

SEMARANG – Pendapatan layanan BRT Trans Semarang ditemukan terjadi kebocoran. Temuan ini mengejutkan BLU UPTD Trans Semarang selaku pengelola, karena mereka merasa sebenarnya sudah rutin melakukan inpeksi mendadak (sidak).

Hal ini terungkap saat dilakukan sidak pengecekan tiket kepada pengguna jasa di koridor 1 – 7 oleh manajemen. Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengaku geram dengan temuan fakta di lapangan tersebut.

Ade menjelaskan, dari investigasi yang dilakukan pihaknya kepada oknum Petugas Tiketing Armada (PTA) yang kedapatan berbuat curang, diketahui ada berbagai modus kecurangan yang dilakukan.

Di antaranya seperti penumpang yang tidak diberi tiket padahal sudah membayar, tiket penumpang bekas atau tertinggal yang dijual kembali, penyalahgunaan tiket pengganti, dan tiket diberikan tidak sesuai dengan tarif misalkan tiket pelajar diberikan kepada penumpang umum.

Berbagai modus kecurangan PTA tersebut membuat pendapatan BLU kurang maksimal. ‘’Padahal PTA yang menjadi ujung tombak utama pelayanan kepada masyarakat semestinya bersikap jujur, karena pendapatan diperoleh dari hasil penjualan tiket. Jika PTA saja sudah tidak jujur, bagaimana BRT ini bisa berkembang menjadi baik,’’ tegas Ade, Minggu (21/7/2019).

Ade menyebutkan jika PTA yang terbukti melakukan kecurangan tiket tersebut telah langsung diberikan SP3 atau surat Pemecatan. ‘’Kami tidak segan memberikan SP3 bagi PTA jika terbukti curang, karena hal ini tentu sangat merugikan,’’ katanya.

Ade menegaskan saat ini BLU UPTD Trans Semarang tengah bekerja keras meningkatkan pendapatan. Antara lain dengan memberikan promo pembayaran non tunai, yakni Go Pay dan Link Aja.

Pengguna jasa juga dapat menggunakan pembayaran non tunai lain, baik yang berbasis kartu dengan menggandeng perbankan (Tapcash BNI, Brizzi BRI, Emoney Mandiri) ataupun berbasis digital (Link Aja, Ovo dan Gopay). (duh)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.