Petugas Imigrasi Buru Sponsor 28 WNA Tiongkok

Jaringan Kejahatan Siber Internasional

Mereka datang dari Jepang melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan fasilitas bisa bebas kunjungan. Bisa liburan, bisa bisnis.

SEMARANG – Petugas Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng masih memburu orang yang diduga membawa paspor milik 28 warga negara Tiongkok yang diamankan di Semarang bersama 12 warga negara Taiwan. Saat ditangkap pada Kamis (18/4/2019) lalu, ke-28 WNA Tiongkok tersebut tidak dapat menunjukkan identitas berupa paspor karena dibawa oleh pihak lain, sedangkan 1 WNA Taiwan mengaku paspornya hilang tetapi masih membawa Kitas (Kartu Izin Tinggal Sementara).

Petugas Imigrasi dan Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)
“Dari 40 orang WNA yang ditangkap, ada 28 warga negara Tiongkok. Mereka ini bukannya tidak punya paspor tetapi paspornya dipegang oleh pihak lain. Pihak lain ini yang masih kami cari, dia tidak berani muncul,” kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS, Selasa (23/4/2019).
Meskipun tidak ada paspor, pihak Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng menyatakan telah mendeteksi data ke-28 WNA Tiongkok tersebut. Pendeteksian dilakukan melalui dirjen Imigrasi. Tidak hanya identitas saja tetapi juga data perlintasan hingga perjalanan mereka ke Indonesia.
“Data perlintasan sudah didapatkan, fotokopi paspor yang belum. Mereka datang dari Jepang melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan fasilitas bisa bebas kunjungan. Bisa liburan, bisa bisnis tetapi bisnisnya bukan diklasifikasikan bekerja.Selanjutnya melakukan perjalanan domestik ke Bali dan setelah itu berpindah-pindah,” ungkap Ramli.
Ramli menjelaskan pihak Imigrasi masih mendalami puluhan WNA tersebut. Hal itu dilakukan untuk penegakan hukum berupa proses projustisia. Setelah mendapatkan putusan pengadilan dan sudah menjalani putusan tersebut maka akan dideportasi dan namanya di-blacklist.
“Sepanjang tidak mempunyai bukti dukung bisa dilakukan projustisia kita langsung berikan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian. Sidangnya nanti akan diproses ke kejaksaan. Jadi Kepala Kantor Imigrasi akan menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan, baru nanti setelah P21 atau berkas lengkap akan disidangkan. Dalam hal ini kami juga berkoordinasi dengan Kejaksaan,” jelasnya.
Diketahui, sebanyak 40 WNA asal Taiwan dan Tiongkok ditangkap di sebuah rumah mewah Jalan Puri Anjasmoro Blok M2 nomor 11, Semarang Barat, pada Kamis (18/4/2019) lalu. Dari 40 WNA itu terdiri atas 12 warga Taiwan dan 28 warg Tiongkok. Di antara 12 warga Taiwan itu diketahui bahwa 11 orang merupakan buronan Interpol. Sebelum tertangkap di Semarang, mereka melakukan penipuan dan pemerasan dengan modus yang sama di Jepang. Setelah itu 11 orang asal Taiwan kabur ke Indonesia. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.