Petani Bawang Putih Tegal Fokus Produksi Benih Varietas Unggul

Tingginya harga bawang putih saat ini disebabkan tersendatnya impor bawang. Sebab, para importir belum mengantongi rekomendasi impor produk hortikultura.

TEGAL – Sejumlah petani di Kabupaten Tegal terus meningkatkan produksi benih bawang putih varietas unggul, untuk mencapai swasembada bawang putih. Terlebih, saat ini harga bawang putih di tanah air terus meroket.

Salah seorang petani, Zaki mengecek stok benih bawang putih di gudang Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Foto : metrojateng.com/ adithya

Ditemui metrojateng.com di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Rabu (8/5/2019) siang, para petani bawang mengaku, produksi bawang putih di Indonesia masih terbilang sedikit. Itulah sebabnya kebutuhan bawang putih di dalam negeri masih bergantung pada impor.

Salah seorang petani, Zaki mengatakan, tingginya harga bawang putih saat ini disebabkan tersendatnya impor bawang. Sebab, para importir belum mengantongi rekomendasi impor produk hortikultura.

“Produksi bawang putih di dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional. Sehingga kita fokus untuk menjual benih, bukan bawang konsumsi,” terang Zaki usai menunjukkan stok bibit bawang putih di gudangnya.

Harapannya, imbuh Zaki, dengan ketersediaan benih yang cukup, maka akan semakin banyak petani yang menanam bawang putih, sehingga mampu menunjang swasembawa bawan putih nasional. Adapun untuk setiap satu hektar lahan bisa menghasilkan delapan ton benih bawang.

Delapan ton benih bawang tersebut diperoleh dengan tanam awal sebanyak tujuh kuintal siung bawang putih. Dikatakan para petani, meski harga bawang putih konsumsi naik, harga benih bawang di petani tidak mengalami kenaikan.

“Benih bawang putih masih stabil di angka Rp 65 ribu per kilogram,” pungkasnya. (MJ-10)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.