Pesta Sempurna Mahesa Jenar

Kemenangan tersebut membawa PSIS berada di atas angin dalam persaingan menghindari degradasi

MAGELANG – PSIS memetik kemenangan penting atas Persib Bandung di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (18/11/2018). Tiga poin tersebut sangat krusial bagi Mahesa Jenar dalam persaingan menghindari degradasi.

Gilang Ginarsa dan Aldaier Makatindu merayakan kemenangan PSIS atas Persib. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Menjalani pekan ke-31, PSIS justru mampu tampil dominan ketimbang tim tamu yang sedang berupaya menjaga asa juara. Di babak pertama saja pasukan Jafri Sastra mampu menciptakan empat peluang dan satu berbuah gol oleh Bruno Silva di menit 17. Sedangkan Persib melepaskan tiga percobaan dan hanya satu yang tepat sasaran.

Selepas turun minum, permainan tuan rumah semakin berkembang. Setidaknya ada tujuh peluang yang dihasilkan dan dua di antaranya menjadi gol melalui Hari Nur (69) dan Ibrahim Conteh (74).

Usaha Persib dengan memainkan Jonathan Bauman dan Ghozali Siregar tetap belum mampu membendung agresivitas PSIS. Meski mampu menciptakan empat peluang, namun tak satupun bisa dikonversi menjadi gol.

“Permainan hari ini berjalan seperti skema yang sudah kami rancang. Bahkan saat meeting sebelum pertandingan, kami juga menonton highlight pertemuan pertama. Dan kami percaya ada banyak celah yang bisa kami manfaatkan. Salut untuk kerja keras pemain,” kata Jafri Sastra usai pertandingan.

Selebrasi Ibrahim Conteh usai mencetak gol ke gawang Maung Bandung. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Pelatih asli Payakumbuh itu menyebut gol kedua menjadi momentum timnya kembali bangkit setelah sempat berada di bawah tekanan lawan. “Babak pertama kami melewatkan beberapa peluang bagus dan anak-anak sempat dalam tekanan. Tapi setelah gol kedua, permainan menjadi milik kami,” tandasnya.

Sementara bek Haudi Abdillah memuji kolektivitas yang diperagakan timnya. Menurutnya, semua lini bermain luar biasa.

“Bagaimana compact defense yang kami perlihatkan hari ini sangat luar biasa. Semua lini bermain solid dan penyelesaian akhir yang benar-benar sempurna,” ucapnya.

Bagi Persib, kekalahan itu membuat kans juara menipis. Victor Igbonefo cs gagal memepet PSM di puncak klasemen dan masih tertahan di peringkat ketiga dengan poin 49.

“Kami bermain bagus dan menciptakan sejumlah peluang. Tapi saya sangat menyesalkan kenapa kami kebobolan banyak gol,” Mario Gomez, pelatih Persib.

Kemenangan tersebut membawa PSIS berada di atas angin dalam persaingan menghindari degradasi. Hari Nur Yulianto dkk kembali ke peringkat 10 dengan torehan 42 poin.

Meski masih menyisakan tiga pertandingan, perolehan poin Mahesa Jenar dinilai sudah cukup aman dari ancaman rival di bawahnya. Saat ini zona degradasi dihuni PSMS Medan (34 poin), Perseru Serui (35) dan PS Tira (36). Sedangkan Mitra Kukar dan Sriwijaya FC juga memiliki poin 36.

Dengan tiga laga tersisa berarti masih ada sembilan poin yang bisa dikumpulkan setiap tim. Tapi tim-tim di bawah PSIS akan terlibat duel head to head. Mitra Kukar bakal bertemu PS Tira dan Sriwijaya FC. Begitu juga dengan PSMS yang masih harus duel kontra PS Tira.

Koreo Panser Biru yang ditujukan untuk Jafri Sastra. Duel PSIS kontra Persib disaksikan 19.695 penonton. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Duel PSIS versus Persib juga cukup sukses menyedot ribuan suporter datang ke stadion. Tercatat ada 19.695 penonton yang memenuhi tribun Stadion Moch Soebroto.

Angka tersebut belum mampu melampaui jumlah penonton saat PSIS menjamu Arema FC yang disaksikan 19.825 orang. Tim Ibukota Jateng masih menyimpan satu laga kandang melawan Persipura Jayapura pada 1 Desember mendatang.

Sedangkan dua laga lainnya berlangsung di kandang lawan. PSIS dijadwalkan meladeni Madura United pada 26 November dan laga pamungkas kontra Persebaya Surabaya, 8 Desember. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.