Pesisir Selatan Jateng Dihantam Badai Siklon Flamboyan selama Sepekan

SEMARANG – Para nelayan yang berada di garis pantai pesisir selatan Jawa Tengah diminta segera menghentikan aktivitas melautnya. Pasalnya, fenomena badai siklon tropis Flamboyan mulai menerjang sepanjang wilayah tersebut sampai sepekan ke depan.

Ilustrasi. Siklon Flamboyan mengancam Pesisir Selatan. Foto: dok metrosemarang.com

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I, BMKG Kota Semarang, Iis Harmoko menyatakan badai siklon Flamboyan muncul akibat adanya tekanan masa udara yang rendah saat terjadi musim peralihan menuju kemarau.

Dari analisis BMKG, kata Iis, siklon Flamboyan mula-mula muncul pada 28 April kemarin pukul 19.00 WIB. Badai tersebut semula bergerak dari perairan Samudera Hindia menuju barat daya Sumatera, di titik 8.6 lintang selatan dan 90.5 bujur timur atau 1.370 kilometer sebelah barat barat daya Kerinci.

Arah dan kecepatan gerak anginnya dari barat laut, sekitar 5 knots atau 9 km/jam dan sempat bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Namun, rentang waktu 24 jam kemudian atau tepat 29 April 2018 pukul 19.00 WIB muncul lagi di Samudera Hindia barat daya Sumatera. Tepatnya di titik 11.2 lintang selatan dan 86.3 bujur timur atau sekitar 1910 kilometer sebelah barat barat daya Kerinci.

Kemudian dengan kecepatan 7 knots atau 14 km/jam bergerak menjauhi Indonesia.

“Tapi dampak yang ditimbulkan mulai dirasakan masyarakat pesisir selatan Jawa Tengah. Karena dalam rentang waktu tujuh hari ke depan ada perubahan kecepatan angin mencapai 30 knot sekaligus peningkatan gelombang Laut Kidul sampai 2 meter hingga 4 meter,” ungkap Iis.

Lebih jauh, Iis menyatakan efek badai siklon Flamboyan bakal dirasakan para nelayan yang berada di bibir pantai selatan terutama yang tinggal di tepi pantai Wonogiri, Purworejo, Gunungkidul, Kebumen, Cilacap.

“Kami harapkan semua nelayan yang ada di situ berhenti melaut dulu. Jangan memaksakan diri karena kenaikan ombak Laut Selatan sangat berbahaya untuk keselamatan mereka,” tutur Iis.

Kendati demikian, ia memperkirakan adanya kejadian puting beliung yang melanda beberapa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta belum lama ini, bukan dipicu siklon Flamboyan.

Iis menyatakan terjangan puting beliung lantaran ada peralihan cuaca yang sangat ekstrem menuju kemarau.

“Fenomena siklon Flamboyan hanya terjadi di pesisir selatan. Sedangkan puting beliung murni akibat perubahan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini,” kata Iis. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

30 − 26 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.