Pesan Susi kepada Nelayan Tambaklorok: Setop Buang Sampah Plastik ke Laut

Plastik baru bisa hancur dalam air laut selama 450 tahun.

SEMARANG- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengimbau kepada semua nelayan di garis pantai Kota Semarang untuk menyetop perilaku membuang sampah plastik ke laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambangi nelayan di Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (20/10/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Pasalnya, plastik merupakan komponen sampah yang membahayakan ekosistem bawah laut.

“Indonesia itu negara bank sampah terbesar kedua di dunia. Nanti kalau kita begini terus, kita buang sampah plastik 9 juta ton sampai 10 juta ton setiap tahun, pada 2030 sampeyan menjaring ke laut dapatnya cuma plastik,” kata Susi, dalam kunjungan kerja di Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (20/10/2018).

Susi menjelaskan bahwa upaya mereduksi sampah plastik bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup setiap hari. Menurut dia, nelayan yang hidupnya berada di tepi pantai harus menghentikan pemakaian plastik.

BACA JUGA: Menteri Susi Ajak Nelayan Pantura Beralih ke Perahu Fiber

“Ya itu, jangan suka pakai kresek. Ganti kalau minum pakailah galon atau mug. Jangan sedikit-sedikit beli lombok pakai kresek, beli barang-barang pakai kresek. Nanti pas ke laut ketemu lagi kreseknya,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan kepada nelayan bila plastik memiliki senyawa yang tak bisa diurai saat mengapung di lautan. Bahkan, menurutnya sampah plastik baru bisa hancur dalam air laut selama 450 tahun.

“Kresek itu di laut 450 tahun baru bisa hancur,” tegasnya.

Ia mengatakan mulai 28 Oktober nanti mengajak sejumlah instansi untuk mencanangkan gerakan bersih-bersih sampah di sepanjang garis pantai Kota Semarang. Setiap warga telah diminta turut terlibat turun langsung ke pantai guna memungut plastik yang ada saat ini.

“Kalau ada tempat pembuangan ya dibuang ke TPA. Kalau tidak ada, cari lokasi terbuka lalu dibakar,” ujar Susi.

Karena itulah, Susi menegaskan, nelayan yang menggantungkan hidupnya pada lautan sudah sepatutnya mendukung gerakan tersebut terutama mengurangi pembuangan sampah plastik ke laut. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.