Pertumbuhan Ekonomi Kendal Lebihi Nasional dan Jateng

Musrenbang RKPD Kendal

Dapat dilihat dari grafik zona kemiskinan. Di mana Kebupaten Kendal dapat keluar dari zona merah kemiskinan dan masuk dalam zona kuning kemiskinan.

KENDAL – Kabupaten Kendal menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik, bahkan bisa dibilang luar biasa. Angkanya melebihi capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun Jawa Tengah.

advertorial kendal
Bupati Kendal dan Forkompinda saat Musrenbang Senin (25/03) di pendopo kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Kendal. (foto:metrojateng/edi prayitno)

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kendal, Senin (25/3/2019), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah memaparkan angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, mendapai 5,32%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,17%.

Sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal mencapai 5,57%. “Angka pertumbuhan di Kabupaten Kendal melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” kata Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Ariwibowo.

Menurutnya Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang dapat mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Dapat dilihat dari grafik zona kemiskinan. Di mana Kebupaten Kendal dapat keluar dari zona merah kemiskinan dan masuk dalam zona kuning kemiskinan.

Angka kemiskinan yang dimiliki Kabupaten Kendal berada pada 9,84% pada tahun 2018. Angka itu lebih kecil dibanding angka kemiskinan  Provinsi Jawa Tengah yang jumlahnya mencapai 11,32 persen. Namun di sisi lain, ada hal yang harus diberi perhatian khusus oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Ada PR (pekerjaan rumah – red) bagi Pemkab Kendal. Angka pengangguran di Kendal cukup tinggi, yakni 6%. Ini lebih besar dari angka pengangguran Jawa Tengah saat ini, yakni 4,5%,” lanjut Prasetya.

Pihaknya berharap dengan adanya Musrenbang RKPD ini dapat mendorong peningkatan keselarasan kebijakan pembangunan baik jangka pendek, menengah atau jangka panjang. “Kami juga ingin melihat senergitas (antar Organisasi Perangkat Daerah/ OPD) di Kabupaten Kendal dalam melaksankan kebijakan pembangunan yang bekerlanjutan,” ujarnya

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengatakan pada tahun berikutnya pihaknya tetap akan menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Seperti perbaikan dan pembangunan jalan kabupaten yang tinggal 15% dari 770KM.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Kendal juga ingin menuntaskan program jambanisasi, serta meningkatkan fasilitas bagi kaum disabilitas. “Dalam melaksanakan program agar dapat berjalan baik, tentunya semua OPD dan ASN (Aparatur Sipil Negara) harus memiliki target. Namun yang menjadi bagian penting yaitu dukungan dan semangat dari seluruh masyarakat untuk membangun Kendal lebih baik,” pungkasnya. (adv)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.