Pertanian Perkotaan Diminati Warga

Produk pertanian perkotaan ini sudah ada yang mememasarkannya ke restoran hingga supermarket.

SEMARANG- Warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam jenis sayur-mayur bernilai ekonomi seperti mint dan selada. Menurut Dinas Pertanian Kota Semarang, ada 40 kelompok tani bercocok tanam menggunakan polibag.


Pertanian perkotaan Kelompok Tani Dewa Ruci Kelurahan/kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (7/12/2018). Foto: metrojateng.com/Ade Lukmono

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana mengatakan, produk pertanian perkotaan ini sudah ada yang mememasarkannya ke restoran hingga supermarket.

“Produk mereka organik. Disukai banyak orang. Penjual sayur juga banyak yang mengambil sayuran dari hasil panen para kelompok tani ini,” katanya, Jumat (7/12/2018).

Sejak digalakkan 2016 lalu, menurut datanya, terkumpul dua ton hasil panen sayuran dan buah yang sudah sampai ke konsumen. Ke depan, pembinaan kelompk tani tak hanya yang bercocok tanam di pekarangan, juga di sawah. Targetnya, setiap kecamatan buat ada satu kelompok tani.

Dukungan pertanian khususnya petani perempuan perkotaan diwujudkan anggota DPR RI Juliari P Batubara dengan penyaluran bantuan pemerintah berupa bibit jagung, cabai, timun.

“Hal ini dilakukan sebagai percontohan agar kelompok tani lain lebih terpacu untuk berkembang,” katanya saat penyerahan bantuan di Gayamsari, Kota Semarang. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.