Pertamina Temukan Pengusaha Rambak Nakal Gunakan LPG Subsidi

Sebanyak 110 tabung LPG 3 Kg ditemukan pada sidak tersebut dan secara sukarela oleh para pengusaha ditukarkan menjadi 56 tabung 5,5 kg LPG non subsidi Bright Gas.

Pertamina menemukan industri pangan kulit sapi (rambak) di Kota Semarang masih menggunakan LPG bersubsidi pada sidak, Kamis (5/12/2019). Foto : metrojateng.com/dok.

SEMARANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masih menemukan pengusaha rambak nakal yang menggunakan LPG bersubsidi. Hal itu terjaring saat sidak bersama beberapa instansi Kota Semarang yaitu Dinas Perekonomian, Disperindag, Satpol PP dan Polrestabes Kota Semarang serta Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) serta Hiswana Migas DPC Kota Semarang, Kamis (5/12/2019).

Diketahui, mereka menggunakan LPG 3 kg untuk memproduksi pangan kerupuk kulit (rambak). Sebanyak 110 tabung LPG 3 Kg ditemukan pada sidak tersebut dan secara sukarela oleh para pengusaha ditukarkan menjadi 56 tabung 5,5 kg LPG non subsidi Bright Gas.

Sales Branch Manager Pertamina Kota Semarang, Alam Kanda Winali mengatakan, tim gabungan ini mengunjungi empat industri pangan yang memproduksi rambak dan ditemukan seluruhnya masih menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.

“Salah satu usaha yang kami datangi mengaku menggunakan LPG 3 kg hingga 20-30 tabung per hari atau sekitar 650 tabung LPG 3 kg per bulan,” ungkapnya.

Menurut dia, omzet para pengusaha rambak ini sangat tinggi sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai usaha yang berhak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Dari hasil sidak ke empat tempat usaha tersebut, ditemukan informasi sebanyak total 1.340 tabung LPG 3 kg bersubsidi digunakan setiap bulannya.

“Artinya, jika diberikan secara merata kepada keluarga miskin yang berhak, sebanyak 382 KK bisa mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Pjs Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra mengatakan, bahwa sidak ini merupakan hasil koordinasi dan kerja sama seluruh pihak dari dinas terkait serta aparat kepolisian sebagai bagian dari pengawasan penyaluran tepat sasaran LPG 3 kg bersubsidi.

“Kami terus menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat mampu dan para pengusaha bahwa sesuai Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 Tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro,” jelasnya.

Saat ini, Pertamina secara massif telah menyediakan LPG non subsidi Bright Gas dengan kemasan 5,5 kg dan 12 kg di seluruh pangkalan LPG resmi.

“Jika alasannya sulit mendapatkan LPG non subsidi tentu tidak benar, karena kami telah menyediakan di banyak tempat. Namun, jika memang tetap kesulitan maka dapat menghubungi kontak Pertamina 135 karena saat ini kami telah menyediakan layanan pesan antar (delivery service),” tandas Arya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Pertamina (Persero) akan terus memenuhi kebutuhan BBM dan LPG di masyarakat. Jika ada konsumen yang membutuhkan informasi atau memberikan masukan dan saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui website www.pertamina.com. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.