Pertamina Perketat Pembelian BBM dengan Jeriken

Produk yang paling banyak dibeli menggunakan jeriken adalah Pertalite. Persentasenya antara 60-70 persen, bila dibandingkan produk lain.

SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY memperketat pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan jeriken di SPBU. Aturan tersebut mengacu pada keamanan operasional dan keselamatan di SPBU.

Antrean kendaraan di SPBU jalur Pantura, Kendal. Pertamina mengimbau konsumen tidak menggunakan jeriken di SPBU. Foto: metrojateng.com/dok

Senior Supervisor Communication Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra mengatakan, pihaknya mulai melakukan pengawasan penjualan BBM dengan jeriken di SPBU.

“Setiap pembelian BBM dengan jeriken di SPBU harus menyertakan surat rekomendasi dari perangkat pemerintah daerah setempat. Hal itu menyangkut masalah keamanan, karena sudah ada kejadian SPBU yang terbakar di Jawa Tengah. Ada di Temanggung dan Pati. Penyebabnya, karena pembelian dengan jeriken,” ungkapnya, Kamis (31/10/2019).

Diketahui, produk yang paling banyak dibeli menggunakan jeriken adalah Pertalite. Persentasenya antara 60-70 persen, bila dibandingkan produk lain yang dipasarkan di SPBU.

“Pembelian dengan jeriken ini juga menjadi keluhan dari konsumen lain yang membeli langsung untuk kendaraannya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Pertamina akan lebih memerketat lagi pembelian BBM menggunakan jeriken dengan memerhatikan ada tidaknya surat rekomendasi dari pemerintah setempat.

“Sebenarnya tidak ada pelarangan pembelian jeriken untuk produk-produk Pertamina di SPBU, selama itu sesuai dengan aturan yang sudah ada. Yaitu Perpres Nomor 191 Tahun 2014. Di situ jelas bahwa memang kalau ada yang membeli dengan jeriken, harus menyertakan surat dari SKPD setempat. Kalau dari perpres ini, yang diatur adalah petani dan nelayan karena Pertamina memiliki penyalur akhir adalah SPBU. Artinya, dari SPBU itu pembeliannya tidak untuk dijual kembali,” kata Arya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.