Pertamina Gencar Salurkan Energi Hingga Pelosok Desa

Ajak Pemkot dan Pemkab Perluas Pembangunan Pertashop

Prospektif – Investasi Pertashop sangat menjanjikan , untuk itu Pertamina gencarkan lakukan pemerataan distribusi BBM melalui Pertashop hingga pelosok desa.( ist/tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Menindaklanjuti nota kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dengan Kementerian Dalam Negeri yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada 18 Februari 2020,Pertamina  gencar melakukan pembangunan Pertashop, yaitu mini outlet SPBU yang secara resmi dikelola oleh Pertamina di kawasan pedesaan. Perluasan Pertashop dilakukan  dalam rangka pemerataan distribusi energi, Khusus di wilayah provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) .

Hingga saat ini sudah 70 Pertashop  beroperasi di wilayah Jateng-DIY. Dari jumlah tersebut Pertashop tersebar di 62 desa di Jawa Tengah dan 8 desa di DIY dari 25 kabupaten.

Pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Jawa Bagian Tengah (JBT), Marthia Mulia Asri mengatakan Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur bahan bakar di tengah  desa yang secara resmi dikelola oleh Pertamina. Kehadiran Pertashop ini mampu meningkatkan perekonomian desa.

“Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami berharap jumlah Pertashop akan semakin bertambah, utamanya di desa-desa yang belum terjangkau SPBU,” imbuh Marthia.

Ditambahkan dengan meningkatnya perekonomian desa  , diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa. Pasalnya akses mendapatkan BBM berkualitas semakin dekat, sehingga akan lebih hemat, karenanya harganya sama dengan harga BBM di SPBU.

“Pertashop dibangun sudah memenuhi aspek legalitas usaha, Pertashop juga dipastikan memenuhi aspek keselamatan kerja, sehingga sangat aman untuk dioperasikan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Marthia  menerangkan Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di wilayah kerjanya.

“Secara resmi telah kami surati  Bupati dan Walikota di Jawa Tengah dan DIY sebagai sosialisasi, kami berharap mendapat respon positif sehingga banyak desa yang akan mengajukan pembangunan Pertashop di wilayahnya,” tandasnya.

ditambahkan Pertamina juga membuka peluang kemitraan Pertashop kepada para pengusaha yang berminat untuk berinvestasi Pertashop. Investasi Pertashop modalnya lebih ringan dibandingkan dengan membangun SPBU.

“Sama halnya seperti SPBU, pengusaha juga memiliki peluang untuk berinvestasi sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat, kali ini dalam skala kecil berupa Pertashop yang harganya relatif lebih rendah ketimbang SPBU,” terang Marthia.

Menurutnya investasi terendah dengan harga kurang lebih Rp 250 juta untuk perangkat modular Pertashop. Nilai tersebut belum termasuk lahan dan ongkos kirim yang disiapkan oleh pengusaha.

“Bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter seperti yang terjadi di Pertashop Sleman,” pungkas Marthia.

Menyinggung  syarat-syarat bagi pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi Pertashop salah satunya harus berbadan hukum seperti CV, PT, maupun Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Setelah itu calon investor Pertashop harus memenuhi dokumen persyaratan dari pemda setempat dan dokumen lainnya.

” Baru setelah persyaratan lengkap inestor  mendaftar secara online pada tautan ptm.id/MitraPertashop atau melalui Pertamina Call Center di nomor 135,” tutup Marthia. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.