Pertamina Gelar Simulasi Operasi Keadaan Darurat Secara Daring

Simulasi- Petugas pemadam kebakaran Pertamina selalu siaga menghadapi kemungkinan yang tidak diinginkan.(its/tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan kerja sekaligus kewaspadaan menghadapi resiko, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengadakan simulasi Operasi Keadaan Darurat (OKD) secara daring . Simulasi ini dillakukan dengan skenario yang dijalankan yaitu terbakarnya Rumah Pompa New Gantry System dan Tangki Timbun BBM di Integrated Terminal (IT) Semarang kemrin.

Menurut Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo, kegiatan simulasi OKD ini diselenggarakan untuk meningkatkan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment) di Pertamina. Simulasi INI dilakukan tetap sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah.

“Meskipun saat ini situasi pandemi covid-19 masih berlangsung, namun distribusi energi yaitu BBM dan LPG serta produk Pertamina lainnya tetap harus berlanjut. Oleh karena itu, kewaspadaan para pekerja Pertamina dalam memenuhi aspek HSSE juga harus tetap ditingkatkan salah satunya melalui kegiatan simulasi OKD”, ujar Pramono.

Ia menambahkan, simulasi OKD merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pertamina namun yang membedakan kali ini adalah Pusat Komando Pengendali (Puskodal) dilakukan secara daring melalui aplikasi video conference. “Situasi pandemi saat ini memicu keadaan new normal dalam melakukan simulasi OKD di mana kami melakukannya secara daring untuk proses komunikasi dan koordinasi di Puskodal dan meskipun baru pertama kali kami lakukan, ternyata bisa dilakukan dengan lancar dan aman”, tambahnya.

Dalam melaksanakan simulasi OKD, berbagai skenario dijalankan dengan melihat situasi-situasi nyata yang mungkin terjadi. Skenario yang dijalankan kali ini yaitu terjadinya terbakarnya fasilitas Rumah Pompa New Gantry System dan Tangki Timbun BBM di IT Semarang. Kejadian kebakaran terjadi pada pukul 13.30 WIB dan dengan mengikuti prosedur HSSE maka api berhasil dipadamkan 30 menit dan keadaan menjadi terkendali kembali dalam waktu 45 menit.

“Melalui simulasi OKD yang dijalankan, Pertamina menjamin segala resiko yang dimungkinkan terjadi secara nyata dapat dikendalikan dengan baik sehingga kami memastikan keamanan, kelancaran dan kenyamanan distribusi BBM, LPG serta produk Pertamina lainnya kepada masyarakat”, tutup Pramono.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina senantiasa mendukung program pemerintah untuk memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat. Bagi pelanggan dan konsumen yang ingin mendapatkan informasi layanan produk, layanan pesan antar maupun yang lainnya, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135 atau melalui website www.pertamina.com.(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.