Pertama Kali Polda Jateng  BekukTiga Penyedot Pulsa  dan Voucher Game

Pelaku Kantongi Rp 1,5 Miliar dari Jual Puls Ilegal

Sedot Pulsa – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi dan Dir Reskrimsusdan Kabid Humas Menujukkan barang bukti yang digunkan tersangka untuk mencuri pulsa.(tya)

SEMARANG, METROJATENG.COM – Aksi pencurian pulsa pra bayar Telkomsel berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Jateng. Tga tersangka Aan Tris Suyanto ,Faizal DS dan Rifki Risti Sukarsi  sebagai otaknya, semua warga Semarang, berhasil dibekuk petugas

Penyidik dalam penanganqan kasus pencurian pulsa pra bayar yang diungkap baru pertama kali di Indonesia , Senin(8/2) selain mengamankan tiga tersangka juga menyita sejumlah barang bukti  diantaranya sejumlah Laptop, delapan flashdisk dongle,,SIM card master penampung satu box. Selain itu kartu Perdana 104 box (10.400 buah) ,PC rakitan 2 Unit , modem pool / Simbox 16 Unit ,SIM card master satu box. Selain itu satu box kartu perdana 1.331 box (133.100 buah), buku tabungan 5 buah , ATM 4 buah, dua motor Honda Vario dan Vespa keluaran terbaru.

“Saya mengapreasi Direktorat Reskrim yang sukses mengungkap kasus pencurian pulsa pra bayar Telkomsel dan voucher game. Pengungkapan ini pertama kali di Indonesia”,ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi pada gelar kasus,Senin(8/2) sore di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, jalan Sukun Semarang.

Kapolda yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Iskandar dan Dir Reskrimsusnya,Kombes Pol Johanson Ronald Simamura menyebutkan terungkapnya pencurian pulsa itu bermula dari laporan PT Telkomsel. Pihak PT. Telkomsel mengindikasi pada rentang waktu Juni 2020 sampai Januari 2021 terdapat transfer pulsa secara tidak wajar.Yang diduga pencurian pulsa dari kartu telkomsel pra bayar ke kartu pra bayar lain serta adanya pelanggan kartu pasca bayar Telkomsel yang mengeluhkan pembengkakan tagihan
biaya telepon karena pembelian voucher game yang tidak pernah dilakukan oleh
pelanggan.

Kasus pencurian.pulsa pra bayar yang diduga terjadi di Jateng DI Yogyakarta oleh PT Telkomsel dilaporkan Ditreskrimsus
Polda Jateng. Dari laporan itu, Direktorat Reskrim Polda Jateng melakukan pengusutan hingga membuahkan hasil dengan meringkus tiga pelaku Aan Tris Suyanto ,Faizal DS dan Rifki Risti Sukarsi.

Ketiga tersangka untuk sementara diketahui beraksi di Semarang. Ulah para pelaku dalam aksinya memanfaatkan celah dua Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Rejomulyo dan Genuk Kota Semarang.

Menurut Kapolda ketiga pelaku ditangkap
ditempat berbeda beserta ratusan barang bukti berupa modem pool kartu perdana dan kartu master yang digunakan untuk menampung pulsa curian.

“Sementara ini baru diketahui dua BTS yang dimanfaatkan pelaku untuk mengambil pulsa dari masyarakat yang berjarak 1,5 Km. Hasil curian tersebut dikumpulkan dalam kartu master yang kemudian dijual kembali dengan diskon 20 persen”, ucapnya sambil menjelaskan misal pulsa senilai Rp 1 juta dijual Rp 800 ribu..

Kapolda mengatakan para pelaku sudah 6 bulan melakukan aksinya. Untuk menjual hasil pencurian pulsa dari masyarakat, mereka membeli kartu perdana dalam jumlah ribuan. Selanjutnya mereka membeli NIK di media sosial dengan harga Rp5 ribu/NIK

Para pelaku yang lulusan SMA yang mempunyai keahlian secara autodidak merigister secara ilegal ribuan kartu perdana dan selanjutnya mengisi pulsa yang sebelumnya sudah ditampung melalui kartu master dan selanjutnya dijual melalui online, sebagian dijual untuk keperluan game online. Sementara alat pendukung,seperti modem pool untuk menyimpan pulsa hasil menyedot dibeli lewat on line.

Direjtur Reskrim Sus Polda Jateng Kombes Johanson Ronald Simamora menjelaskan komplotan pelaku, menjalankan aksinya di dua tempat di tempat kos jalan Raden Patah, Rejomulyo, Semarang Timur dan rumah tersangka Rifki di Kwaroon, Genuk kota Semarang.  Terungkapnya aksi Rifki Cs yang  selama tujuh bulan telah mengantongi uang hasil.penjualan pulsa tidak kurang Rp 1,5 miliar masih terus dikembangkan kasusnya.Sebab,tidak menarik kemungkinan mereka beraksi di tempat lain.

Ketiga pelaku dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 48 ayat (1) jo pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diancam hukuman maksimal penjara 8 tahun dan denda Rp2 Milyar. Selain  itu tiga tersangka dituduh  melakukan registrasi Kartu ilegal yang melgar  Pasal 51 ayat (1) jo pasal 35 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Yang ancaman hukuman maksimal penjara 12 tahun dan denda Rp12 Milyar.
Pasal 94 jo pasal 77 UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 ttg Administrasi Kependudukan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal penjara 6 tahun dan denda Rp75 Juta. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.