Persempit Gerak Pelaku Kejahatan, Polsek Tugu Canangkan Pasang 1000 Portal

Sistem keamanan bersama dengan konsep portal ini dinilai penting, selain pemasangan CCTV.

Salah satu aksesoris keluar-masuk pemukiman yang masuk dalam program pemasangan portal di wilayah hukum Polsek Tugu. Portal tersebut sebagai antisipasi gangguan Kamtibmas. (Foto: Ahmad Khoirul Asyhar/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Polsek Tugu Polrestabes Semarang mencanangkan program pemasangan 1000 portal di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut sebagai bentuk antisipasi dan penyikapan atas gangguan Kamtibmas yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Pemasangan portal tersebut di bawah koordinasi Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

 

“Instruksi itu kami tindaklanjuti dengan pemasangan portal di wilayah Polsek Tugu. Intinya untuk menekan dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” kata Kapolsek Tugu Kompol Davis Bison Siswara, Jumat (8/2/2019).

 

Pemasangan portal di jalur-jalur akses masuk ke permukiman tersebut dilakukan dengan harapan situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Tugu tetap kondusif. Terlebih di tengah maraknya aksi pembakaran kendaraan oleh orang tidak dikenal.

 

“Salah satunya untuk menjaga kondusivitas. Baik di tengah aksi kejahatan yang marak terjadi maupun situasi menjelang hingga terlaksananya Pemilu 2019,” ungkapnya.

 

Davis menambahkan, pemasangan portal di akses keluar-masuk permukiman tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat. Namun ada juga sebagian masyarakat yang mengeluh lantaran mereka beraktivitas antara pukul 01.00 hingga 05.00.

 

“Ada sambutan baik dari masyarakat. Ada juga yang mengeluhkan karena belum terbiasa. Tetapi untuk keamanan bersama konsep portal ini penting, selain pemasangan CCTV tentunya,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji juga telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk meningkatkan pengamanan lingkungan. Mulai dengan menggandeng masyarakat untuk berkegiatan siskamling hingga instansi lainnya. Condro juga menyebut maraknya aksi pembakaran kendaraan yang tejadi di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya lebih menyasar permukiman yang sistem pengamanannya lemah. Indikasi tersebut dapat dilihat dari adanya portal di akses masuk permukiman atau tidak.

 

“Banyak kejadian yang TKP-nya di lingkungan dengan proteksi atau pengamanan rendah. Pelaku selalu mencari titik lemah jadi masyarakat juga harus tetap waspada dan berjaga antara malam sampai pagi,” ungkapnya. (aka)

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.