Persebaya vs PSIS: Gengsi Dua Tim Promosi

Status sebagai tuan rumah membuat Persebaya lebih diunggulkan atas Mahesa Jenar.

SURABAYA – Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang akan berjibaku di pekan penutup Liga 1. Dua tim promosi sama-sama mengintip peluang menyodok ke papan atas klasemen akhir.

Hari Nur Yulianto (kanan) akan memimpin PSIS meredam tuan rumah Persebaya. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Laga penuh gengsi bakal tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (8/12) besok sore. Duel tersebut bukan sekadar formalitas setelah kedua kubu dipastikan bertahan di Liga 1, tapi ajang pembuktian dua tim promosi yang sama-sama mencuat di akhir kompetisi.

Status sebagai tuan rumah membuat Persebaya lebih diunggulkan atas Mahesa Jenar. Bajul Ijo juga memiliki rekor apik dalam empat laga kandang terkini dengan menyapu bersih kemenangan.

Madura United, Persija Jakarta, PSM Makassar dan Bhayangkara FC telah merasakan keganasan Rendi Irwan cs di GBT. Bahkan tim-tim tersebut tak mampu mengoyak gawang Miswar Saputra.

Total sudah 11 gol diproduksi Persebaya dalam empat laga kandang terkini tanpa sekalipun kebobolan alias clean sheet. Gelandang Borneo FC, Tijani Belaid menjadi pemain terakhir yang sukses membobol gawang Miswar Saputra di GBT saat mempermalukan tuan rumah 0-1, 13 Oktober silam.

Sosok Djajang Nurjaman juga punya peran penting di balik meroketnya tim jawara Liga 2 2017 tersebut. Eks pembesut PSMS Medan memulai tugas sejak pekan ke-21 dengan kurang mulus. Persebaya takluk 0-2 dari PS Tira di GBT.

Namun, pelatih yang biasa disapa Djanur tersebut berhasil mengangkat performa Bajul Ijo dan kini nyaman di papan tengah klasemen dengan raihan 47 poin. Mereka bakal ngotot mengamankan tiga poin demi menyodok ke papan atas.

“Kami harus menang. Pertandingan besok akan menentukan bagi kedua tim untuk naik ke papan atas. Dan kami ingin menutup pertandingan musim ini dengan kemenangan sekaligus memuaskan suporter,” kata Djanur dalam sesi prematch, Jumat (7/12/2018).

Jika menang, Persebaya akan naik dua setrip ke peringkat empat, menggusur Bhayangkara FC. Sedangkan PSIS yang berada di peringkat ke-9 dengan poin 46, berpeluang menyodok ke lima besar.

Tapi, Djanur mengingatkan pemainnya agar mewaspadai pergerakan Bruno Silva. “PSIS punya pemain-pemain cepat, tapi top skor mereka Bruno Silva akan mendapat perhatian khusus,” tandasnya.

Dari kubu Mahesa Jenar, pelatih Jafri Sastra tak memusingkan tekanan suporter tuan rumah yang berpotensi menghadirkan teror untuk timnya. Dia sudah mempersiapkan Hari Nur Yulianto dkk untuk meredam keganasan Persebaya.

“Saya percaya suporter akan memberi dukungan kepada kedua tim karena sepakbola adalah sebuah hiburan. Dan pemain kami juga sudah terbiasa main di hadapan ribuan orang, jadi tidak ada masalah,” bebernya.

Jafri Sastra yang juga datang sebagai pelatih pengganti, cukup sukses menjadikan PSIS lebih stabil. Tim Ibukota sudah dipastikan bakal kembali berlaga di Liga 1 musim depan.

“Pertandingan terakhir semoga pemain bisa relaks. Kami belum berpikir musim depan, biarlah pemain berkonsentrasi untuk pertandingan besok,” kata Jafri.

Pada pertemuan pertama di Magelang, PSIS berhasil mengatasi Persebaya dengan skor 1-0 lewat gol Komarudin. Sayangnya, kedua pelatih sama-sama tidak bisa menampilkan komposisi terbaik.

Persebaya minus Osvaldo Haay, sedangkan Mahesa Jenar ditinggal Ibrahim Conteh dan Frendi Saputra yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Bek Rio Saputro juga berhalangan karena cedera. (twy)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.