Perokok di RSUP dr Kariadi Cuma Didenda Rp 50.000

Ini maksudnya pembinaan, tidak semata mata untuk menjatuhkan hukuman yang berat, tapi mendidik mereka.

SEMARANG- Pengadilan Negeri Semarang menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap 12 aparat sipil negara karena merokok di dalam kawasan tanpa rokok (KTR) di RSUP dr Kariadi.

Pemusnahan miras dan rokok ilegal di Sukoharjo, Kamis (29/11/2018). Foto: metrojateng.com

Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Nur Ali mengungkapkan, tak ada toleransi bagi warganya yang merokok di KTR.

“Ini maksudnya pembinaan, tidak semata mata untuk menjatuhkan hukuman yang berat, tapi mendidik mereka, agar insaf tidak mengulangi lagi,” tandasnya, katanya usai sidang tipiring di kantor Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis (6/12/2018).

Perokok berasalah karena melanggar peraturan daerah Kota Semarang nomor 3 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Dalam sidang itu mereka kena denda Rp 50.000 atau kurang dari 1 persen dari denda maksimal sejumlah Rp 50 juta sesuai perda.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang, Titis Sarwa Pramono mengatakan, sidang digelar langsung setelah pihaknya menemukan ASN tersebut yang merokok di sejumlah ruang yang ada di RSUP dr Kariadi.

“Kami sempat berkeliling ke kantor-kantor dan rumah sakit. Kebetulan di RSUP dr Kariadi ditemukan. Orang mencari sehat, malah dikasih asap rokok. Ini kami amankan dan kebetulan ASN semua, total tersangka 12 orang,” katanya.

Kartu identitas mereka, kata Titis, disita kemudian diambil lagi setelah membayar denda sidang tipiring. Pihaknya meminta agar masyarakat menaati perda tersebut uang melarang merokok di KTR. “Yang sekarang disidang dendanya baru Rp 50.000. Itu kecil sekali,” katanya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.