Permintaan Perawat Tinggi, Stikes Telogorejo Ingin Lulusan Miliki Lisensi Internasional

Mahasiswa profesi perawat Stikes Telogorejo Semarang berkonsultasi tentang program lisensi internasional, Rabu (19/2/2020). Foto : metrojateng.com/anggun.

SEMARANG – Permintaan perawat kesehatan cukup tinggi untuk pasar kerja di luar negeri. Memanfaatkan peluang tersebut Stikes Telogorejo Semarang mendorong lulusan, khususnya profesi perawat untuk mengantongi Lisensi Internasional.

Diketahui, permintaan dunia untuk tenaga perawat dari Indonesia saat ini terus meningkat. Misalnya, seperti permintaan negara-negara Asia Timur dan Timur Tengah mencapai 16.000 perawat setiap tahunnya. Banyak negara yang berminat terhadap tenaga perawat Indonesia tidak sekadar hanya karena dinilai berketerampilan unggul, tetapi juga memiliki sikap ramah serta bersahabat. Maka, dibutuhkan peran dari institusi pendidikan untuk membina tenaga-tenaga kerja Indonesia, khususnya bidang kesehatan dengan fokus keterampilan dan keahlian pada perawatan kelompok usia lanjut atau manula.

Ketua Stikes Telogorejo Semarang, dokter Swanny Trikajanti Widyaatmadja PhD mengatakan, di negara maju kebutuhan akan perawat terus meningkat. Hal itu seiring usia kehidupan yang lebih panjang. Untuk menjawab tantangan itu, maka perawat harus memiliki Lisensi Internasional di negara tempat bekerja yang dituju.

‘’Banyak kesempatan kerja untuk profesi perawat di negara seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Jerman. Sejauh inipun suplai tenaga kerja di bidang keperawatan di sana didominasi berasal dari Filipina, Thailand maupun negara-negara Asia berbahasa Inggris lainnya. Tentu ini menjadi peluang bagi lulusan keperawatan dari Indonesia,’’ ungkapnya saat ditemui, Rabu (19/2/2020).

Untuk menembus pasar kerja internasional, keahlian dan keterampilan sangat dibutuhkan. Mulai dari cara penanganan sehari-hari dengan memperhatikan kebutuhan umum yang biasanya menjadi standar dasar perawatan pasien (lanjut usia), faktor bahasa, dan kepemilikan lisensi keperawatan sesuai negara tempat bekerja.

‘’Mendukung hal tersebut, kami sudah membekali mereka ilmu keterampilan keperawatan di pendidikan akademik hingga profesi di Stikes Telogorejo. Faktor bahasa juga jadi prioritas di muatan kurikulum pembelajaran serta pemantapan bagi para dosen dengan kesiapan mengajar kelas bilingual. Selanjutnya perlu memiliki bekal Lisensi Internasional di negara tempat bekerja yang dituju,’’ jelasnya.

Dari kondisi itu, Yayasan Kesehatan Telogorejo memberikan kesempatan bagi alumni Stikes Telogorejo untuk memperoleh Lisensi Perawat Internasional dan memberikan peluang berkembang dengan menyelenggarakan program studi kelas Internasional. Program percepatan perolehan lisensi internasional bagi perawat yang diselenggarakan Stikes Telogorejo bekerja sama dengan lembaga pelatihan di Philiphina.

Swanny menjelaskan, kali ini diawali lisensi perawat internasional bagi perawat yang ingin bekerja di Timur Tengah seperti Qatar. Pihaknya mengirim sejumlah alumni untuk mendapatkan Lisensi Internasional Prometric dengan peluang bekerja di Qatar dan negara Timur Tengah lainnya.

‘’Selanjutnya, kami juga akan mendorong lulusan lainnya memperoleh lisensi International N-Clex untuk peluang bekerja di Kanada dan Amerika Serikat. Bahkan, dengan melihat kebutuhan perawat di Jepang dan Korea yang juga tinggi, kami akan menjajaki kerja sama dengan lembaga kependidikan negara setempat,’’ imbuhnya. (ang)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.