Permintaan Motor Listrik Viar Meningkat

Viar akan terus berinovasi dan untuk mendukung pengembangan teknologi motor listriknya.

SEMARANG РPermintaan motor listrik Viar  produksi PT Triangle Motorindo mengalami peningkatan signifikan. Hal itu seiring dengan kampanye cinta lingkungan dan kesadaran masyarakat mengurangi emisi gas buang pembakaran.

Direktur PT Triangle Motorindo, Ignatius Kartiman (kanan) bersama Area Marketing Manager, Dwiyanto (tengah) dan HRD&Legal Manager, Dimas Tomy menunjukkan motor listrik produksi Viar Q1 yang diminati masyarakat. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Direktur PT Triangle Motorindo, Ignatius Kartiman mengatakan, upaya itu mendorong pihaknya mengambil peluang memproduksi motor listrik. Adapun, tipe yang diproduksi antara lain Viar New Q1 dan Trail E Cross.

“Sebelumnya kami memproduksi motor berbahan bakar gasoline, tetapi setelah hadirnya Q1 dan banyak peminatnya, kami mulai memproduksinya secara massal. Bahkan sekarang Q1 telah dikembangkan menjadi New Q1 yang lebih unggul karena memiliki slot baterai atau accu tambahan. Kalau Q1 dulu penggunaan baterainya mampu menempuh jaran 60 kilometer, kini New Q1 dengan double baterai bisa untuk menempuh jarak 120 kilometer,” ungkapnya, Senin (7/10/2019).

Motor Listrik menurutnya akan menjadi pilihan di masa depan. Sebab selain murah, efisien dan tidak menghasilkan polusi udara. “Kita tidak perlu ganti oli atau servis mesin. kebutuhannya cukup suplai listrik. Dengan motor listrik maka akan memberi dampak pengiritan beaya,” kata Kartiman.

Dengan kesadaran masyarakat beralih ke gaya hidup ramah lingkungan, Viar akan meningkatkan produksi per bulannya untuk New Q1 hingga 700 unit.

Marketing Manager Viar Jawa dan Kalimantan, Dwiyanto mengatakan, permintaan motor listrik Q1 maupun New Q1 meningkat relatif tinggi. Terutama permintaan dari instansi dan pabrik-pabrik yang menerapkan kendaraan berbasis bebas polusi untuk sarana transportasi di wilayah kerjanya.

“Seri Q1 ini menjadi pilihan karena selain desainnya menarik, irit listrik, juga bandel. Oleh karena itu kami termasuk kerepotan dalam menindaklanjuti permintaan pasar, sehingga perusahaan mengambil langkah untuk meningkatkan produksi setiap bulannya,” ungkapnya.

Viar akan terus berinovasi dan untuk mendukung pengembangan teknologi motor listriknya, PT Triangle Motorindo pun mengambil langkah kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, antara lain dengan UGM dan ITB. Kerja sama juga dilakukan dengan PT PLN (Persero).

Pasar motor listrik di Jawa Tengah menurut Dwiyanto akan semakin bergairah bila Pemerintah Provinsi menerapkan Biaya Balik Nama (BBN) 0% sebagaimana yang berlaku di Jawa Timur atau Jawa Barat yang hanya 2,5%. Sementara ini di Jawa Tengah masih 12,5% dan dirasa cukup tinggi serta memberi pengaruh besar terhadap minat konversi motor BBM ke motor listrik. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.