Perkuat Usaha Mikro dan Kecil Pertamina Salurkan Dana Rp 2,7 Milyar Untuk 37 Mitra Binaan

Rangkul Pengusaha Masuk Rantai Bisnis

Berkembang – Farid Maftuchin , salah satu mitra binaan Pertamina yang berhasil mengembangkan usaha Bandeng Presto , yang tidak hanya melayani di kota Kendal tapi sudah merambah ke Yogjakarta dan Puerwokerto. ( ist/tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM  – Pertamina dalam uoaya memperkuat dan membangkitkan kembali usaha mikro dan kecil ditengah pandemi kembali menyalurkan program pendanaan bagi pelaku usaha dalam bentuk pinjaman atau pembiayaan syariah untuk modal usaha. Bahkan sejak Januari hingga Juni 2021 dana yang dikucurkan mencapai Rp 2,7 milyar yang telah disalurkan kepada 37 pengusaha,  di provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR), Brasto Galih Nugroho dalam keterangan pers di Semarang (28/6) mengungkapkan program  tersebut merupakan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PPUMK) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. 5/MBU/4/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.Tidak hanya pendanaan usaha, Pertamina juga mengajak para mitra binaan untuk masuk ke dalam rantai bisnis melalui jenis usaha yang dijalankan atau dikenal dengan istilah Creating Shared Value (CSV).

“Kami terus menjalankan program tersebut dari tahun ke tahun untuk meningkatkan ekonomi para pelaku usaha mikro dan kecil agar lebih berdaya saing tinggi , terlebih pada masa-masa sulit seperti pandemi covid-19 saat ini,” ujar Brasto.

Selain pendanaan, Pertamina juga melakukan sejumlah program pembinaan kepada para mitra binaan yang terpilih. Pertamina tahun ini memfokuskan mitra binaannya untuk masuk ke dalam rantai bisnis Pertamina. Ini penting agar peberima manfaat PPUMK dapat memperkuat kemandirian usaha yang dijalankan nya.

Menurut Brasto dengan menjadikannya sebagai bagian dalam rantai bisnis, maka perkembangan usaha mitra binaan dapat sejalan dengan perkembangan usaha dari Pertamina. Salah satu praktik terbaiknya yang sudah berjalan dengan baik adalah program Pinky Movement sejak tahun 2020. 

“Pengusaha toko retail skala kecil, pengusaha makanan, hingga peternakan dan sebagainya ikut berperan dalam penggunaan produk BrigthGas, sehingga mampu menekan penggunaan produk gas subsidi yang tidak tepat sasaran,” ungkap Brasto.

Hingga kini Pertamina terus membuka peluang kepada pelaku usaha kecil dan mikro untuk bergabung menjadi mitra binaan dalam PPUMK. Syarat utamanya adalah memenuhi kriteria usaha kecil dan mikro serta tidak sedang menerima pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya.

“Pemberian modal usaha dalam bentuk pinjaman dan atau pembiayaan syariah dengan nilai maksimal Rp 250 juta. Jangka waktu pengembalian selama 3 tahun beserta jasa administrasi atau marjin syariah setara jasa administrasi 6%,” ujar Brasto.

Tercatat dalam 3 tahun terakhir sudah ada sedikitnya 1.200 pelaku usaha kecil dan mikro di provinsi Jawa Tengah dan DIY yang merupakan mitra binaan Pertamina dengan total nilai pendanaan mencapai lebih dari Rp 75 milyar sejak tahun 2019 hingga 2021. Sedangkan tingkat NPL atau pengembalian pinjaman sangat bagus.

“Pemberian modal usaha ini diberikan untuk berbagai usaha baik perdagangan, pertanian, jasa, perikanan dan lainnya.Bagi pelaku usaha yang berminat menjadi mitra binaan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135 atau melihat informasi lengkap di website www.pertamina.com. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.