Peringati HPN, Wartawan Magelang Dikado “Darma Warta”

Banyak pesan moral, sopan santun, tata tertib, kebenaran dan kemuliaan yang disampaikan oleh wartawan

MAGELANG – Para wartawan yang bertugas di Magelang mendapat kado puisi dari budayawan ES Wibowo, dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-70 tahun 2019. Puisi spesial ini diberi judul “Darma Warta'”.

Budayawan ES Wibowo memberikan potongan tumpeng kepada ketua PWI Kota Magelang, Adi Daya Perdana. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Karena wartawan sampai kapanpun akan selalu berdarma dengan berita-berita baiknya. Ini sudah takdir profesinya,” kata ES Wibowo, budayawan dari Padepokan Gunung Tidar, Kamis (7/2/2019).

Syair puisi itu dibacakan oleh ES Wibowo di depan wartawan, warga Potrosaran Kelurahan Potrobangsan Kota Magelang, juga berbagai komunitas seni, dalam peringatan HPN 2019.

Setelah tinta emas dituliskan/Diqalamkan atasmu kemuliaan/Lalu dengung kabar burung/Ditajam mata penamu larung. Untukmu yang diujar kebencian/Akar teraniaya tumbuh keberanian/Dan dharma warta di palung kalbu/Membabar kebenaran sepanjang waktu

Itulah syair puisi yang dibacakan ES Wibowo diiringi tarian Topeng Ireng yang di bawakan siswa-siswi SMAN 5.

Selain puisi, ES Wibowo bersama warga menggelar kirab Darma Warta. Kirab yang mengusung tumpeng HPN dan  aneka sayuran ini khusus dipersembahkan wartawan yang bertahun-tahun lamanya berjasa dalam mencerdaskan bangsa.

“Banyak pesan moral, sopan santun, tata tertib, kebenaran dan kemuliaan yang disampaikan oleh wartawan,” ujarnya.

Menurutnya, kirab budaya keliling kampung dan menyusuri Kali Kota menjadi prosesi yang wajib ada dalam peringatan harinya pers Indonesia ini. Bahkan, kirab ini sudah ada sejak pertama kali peringatan ini lima tahun lalu.

Peringatan HPN itu juga dihadiri tokoh agama KH Yusuf Khudori alias Gus Yusuf. Gus Yusuf pun berkesempatan menyampaikan orasinya terkait pers.

Gus Yusuf mengatakan bahwa peran media luar biasa, sehingga ada istilah siapa menguasai informasi hari ini maka dialah yang akan menguasai dunia. Maka, media sebagai pilar demokrasi diharap makin kokoh bersama rakyat dan turut membangun Indonesia ke depan yang sehat, waras, dan berkebudayaan.

Pengasuh PP API Tegalrejo Magelang itu juga berharap media mainstream tetap menjadi rujukan bagi masyarakat seiring dengan banyaknya warga yang bisa menjadi wartawan untuk diri sendiri maupun orang lain. (MJ-24)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.