Peredaran Narkoba Kian Merambah Pelajar, Selamatkan Generasi Muda!

Banyak remaja terjerumus dalam pergaulan bebas, terbawa pengaruh gaya hidup negatif yang merusak masa depan.

Ilustrasi barang bukti narkoba. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

SEMARANG – Narkoba saat ini sudah merambah ke berbagai kalangan. Mulai kalangan menengah ke bawah hingga kalangan pelajar dan generasi muda menjadi sasaran para pengedar narkoba. Terakhir, dua pelajar bahkan ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Menyikapi hal itu, Satresnarkoba Polrestabes Semarang gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke lingkungan pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya itu, polisi juga menyasar berbagai komunitas sebagai upaya pencegahan peredaran narkoba.

“Narkoba sudah merambah ke berbagai kalangan, termasuk pelajar. Awalnya mereka makai (sabu) dari pergaulan. Istilahnya mereka terbawa pengaruh gaya hidup kalau gak makai gak keren. Dari awal makai ini akhirnya terus kepepet, akhirnya mengedarkan. Keduanya kejepit masalah ekonomi,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Bambang Yugo, Rabu (13/2/2019).

Menurut Yugo, Satresnarkoba Polrestabes Semarang secara rutin melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya penggunaan narkoba. Hal itu sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa. Pemaparan terkait sanksi pidana bagi pengguna, pengedar, dan bandar narkoba menjadi salah satu materi yang disampaikan kepada para pelajar dan mahasiswa.

“Kami sudah mulai masuk ke sana, sesulit apa pun. Rutin kami lakukan, sebulan dua kali kami datang ke kampus dan sekolah, baik SMP maupun SMA/SMK. Usia-usia segitu dianggap sudah dewasa tetapi rasa tahunya tinggi,” ungkapnya.

Hal itu terus digencarkan sebagai bentuk upaya menyelamatkan generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Selain lingkungan pelajar dan mahasiswa, sosialisasi dan penyuluhan juga dilakukan di berbagai komunitas.

“Kegiatan ini sesuai instruksi Kapolrestabes Semarang melalui program Ayo Peduli. Program ini lebih ke akarnya, lebih peduli ke pergaulan. Istilahnya kami pangkas di atas, di tengah, di bawah sampai ke akar-akarnya,” pungkas Yugo. (aka)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.