Perampok Indomaret Ditangkap, Tiga Pelaku Ternyata Karyawan Sendiri

Berkat petunjuk jejak rekaman CCTV, polisi mengendus pelaku perampokan Indomaret di Jalan Ngesrep Timur V, Banyumanik.

 

SEMARANG – Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap kasus perampokan Indomaret di Jalan Ngesrep Timur V, Banyumanik, pada Rabu (20/3/2019) dini hari lalu. Empat orang tersangka berhasil dibekuk kurang dari 24 jam setelah kejadian. Tiga di antaranya adalah karyawan Indomaret tersebut.

Tiga karyawan Indomaret yang terlibat dalam aksi tersebut adalah Dani, Roni, dan Sabit. Satu tersangka lain bernama Ivan merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Semarang. Keempatnya ditangkap oleh Tim Resmob Polrestabes Semarang bersama Unit Reskrim Polsek Banyumanik pada Rabu (20/3/2019) malam.

“Tersangka ada lima orang tetapi baru tertangkap empat. Satu orang masih buron, inisial Rd. Dari empat tersangka itu tiga orang ternyata karyawan Indomaret yakni dua karyawan yang bertugas malam itu (Dani dan Roni – red) serta satu orang bernama Sabit yang ikut masuk dengan memakai jaket hitam dan helm,” kata Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli, saat ditemui di kantornya, Kamis (21/3/2019).

Retno memaparkan penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik Unit Reskrim melakukan olah TKP dan meminta keterangan dua karyawan, Dani dan Roni, yang melapor ke Polsek Banyumanik.

“Dua karyawan melaporkan kejadian perampokan ke Polsek dengan kerugian Rp 50 juta. Lalu anggota datang ke lokasi dan mengecek CCTV. Dari rekaman CCTV itu terlihat ada salah satu tersangka memakai jaket hitam tetapi di dalamnya memakai seragam Indomaret,” tuturnya.

Temuan itu kemudian dikembangkan dengan hasil keterangan dua saksi. Saat diperiksa, keterangan keduanya terdapat kejanggalan. Keduanya mengaku melepaskan ikatannya masing-masing menggunakan gunting padahal gunting hanya ada satu.

“Awalnya dua karyawan itu diperiksa sebagai saksi tapi setelah dikonfrontir terdapat kejanggalan. Kami kroscek dengan bukti lain yang disita dari dua karyawan itu. Akhirnya mereka mengaku,” jelas Retno.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya uang tunai Rp 33,6 juta, ponsel, sepeda motor Satria FU warna merah hitam, dan barang bukti lain.

“Uang yang dilaporkan memang Rp 50 juta, tetapi yang kami sita Rp 33,6 juta. Kami masih kembangkan kasus ini termasuk apakah sudah direncanakan atau tidak,” pungkasnya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.