Peragaan Busana Adat Meriahkan Kartinian di Pemkot Magelang

Fashion show diikuti setidaknya 31 perwakilan OPD, BUMD dan instansi di lingkungan Pemkot Magelang.

MAGELANG – Memperingati Hari Kartini 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengadakan lomba fashion show pakaian adat nusantara. Lomba ini diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan instansi di lingkungan Pemkot Magelang.

Lomba fashion show memeriahkan Hari Kartini di Pemkot Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Lomba yang berlangsung di Aula Adipura Kencana Kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Senin (22/4) ini berlangsung meriah, apalagi dihadiri Wali Kota Sigit Widyonindito.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih, lomba fashion show tidak sekadar ajang pamer busana akan tetapi untuk mengingat kembali dan meneladani perjuangan RA Kartini di masa lalu demi kesetaraan perempuan.

“Ini tidak semata fashion show, tapi untuk mengingatkan perjuangan RA Kartini, kita bisa keluar rumah karena beliau. Kalau tidak, perempuan masih dikungkung di dapur, kasur, sumur,” ujar Wulan, seusai kegiatan.

Fashion show diikuti setidaknya 31 perwakilan OPD, BUMD dan instansi di lingkungan Pemkot Magelang. Mereka menampilkan busana adat nusantara, mulai dari kebaya khas Jawa, kebaya khas Bali, Betawi, pakaian adat Padang, Palembang, Kalimantan dan sebagainya.

Kegiatan ini juga diselingi dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Sigit Widyonindito. Menurut Wulan, pemotongan tumpeng merupakan ungkapan syukur karena era kini perempuan Indonesia, khususnya di Kota Magelang, bisa menikmati keadilan gender.

“Baik laki-laki dan perempuan bisa bekerja, dan yang penting bisa menciptakan keluarga sejahtera. Tetapi harus ingat, perempuan tetap harus mengutamakan suami, anak dan keluarga,” imbuhnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Jawa Tengah Maju dan Berdikari”, yang diharapkan bisa memberi semangat semua elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam memberantas kemiskinan di Jawa Tengah, khususnya di Kota Magelang. Untuk itu pula, pada peringatan ini dilakukan penggalangan dana untuk keluarga miskin. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.