Penyerapan Beras Bulog Terhambat Kenaikan Harga Gabah

Kondisi ini karena sudah melewati musim panen raya, sehingga harga gabah merangkak naik.

SEMARANG- Penyerapan beras oleh Bulog Divre Jawa Tengah mulai mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kondisi ini karena sudah melewati musim panen raya.


Salah satu penjual beras renteng Daniel Alexander di tokonya, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Foto metrojateng.com/Fariz Fardianto

“Selain musim panen lewat, penurunan penyerapan beras seiring harga gabah di tingkat petani mengalami kenaikan,” ungkap Kepala Bulog Divre Jateng, M Sugit Tedjo Mulyono kepada metrojateng.com, Selasa (14/8/2018).

Bulan Agustus ini penyerapan beras Bulog mencapai 1.700 ton sampai 2.000 ton per hari. Lebih kecil dibandingkan penyerapan bulan sebelumnya sebanyak 2.500 ton sampai 3.000 ton per hari.

“Kami masih menyerap beras di Surakarta, Pati dan Kabupaten Semarang, tapi jumlahya tak seperti bulan lalu,” ujar dia.

Pihaknya tak akan membeli gabah dengan harga di atas harga acuan pemerintah, kecuali ada keputusan pemerintah baru yang merevisi batasan harga.

Hingga saat ini realisasi pengadaan beras telah mencapai kurang lebih 200 ribu ton atau 65 persen dari target Agustus 2018 yang sebanyak 304.375 ton. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.