Penyerangan Warga Pekunden Dipicu Suara Knalpot Sepeda Motor

Polisi sudah mengidentifikasi pelaku dan kini tengah memburunya.

SEMARANG- Anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Semarang Tengah memburu lima pelaku penyerangan warga di Jalan Anggrek 5, Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Minggu (16/12/2018) lalu.

Warga korban penggeroyokan di Jalan Anggrek 7, Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (18/12/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu M Gargarin Friyandi mengatakan, dua pelaku telah ditangkap yakni Ananda Ariyo Arianto (18) warga Genuk Karanglo, Tegalsari, Candisari dan Fandi Ansyah (33) warga Sumeneban, Kauman, Semarang Tengah.

“Kami masih menyelidiki. Ada dua tersangka yang sudah kami tahan. Kemudian kami juga masih mengejar lima orang yang kami tetapkan sebagai DPO,” ujar Gargarin saat ditemui di kantornya, Rabu (19/12/2018).

BACA JUGA: Penyerangan di Pekunden, Dua Orang Ditangkap Polisi

Kelima DPO tersebut berinisial E, PR, D, A, dan D. Kelimanya merupakan warga Kota Semarang. Timnya telah disebar untuk mencari pelaku yang melarikan diri tersebut.

Ia menambahkan, penyerangan dipicu emosi pelaku akibat suara keras knalpot sepeda motor yang dinaiki salah satu warga Pekunden, Aris Munandar yang jadi korban dalam penyerangan.

“Pelaku itu nongkrong di depan Hotel Sweet Home. Terganggu dengan korban yang melintas lalu mengejarnya sampai ke rumah-rumah warga,” katanya.

Korban, kata dia, lalu lari dan menuju ke tempat kos yang dikelola salah satu warga, Yuliani yang juga korban. Tulang bahu kirinya retak. Para pelaku menganiaya Yuliani, karena dituduh menyembunyikan Aris.

BACA JUGA: Orang Tak Dikenal Mengamuk, Warga Pekunden jadi Korban

“Pengakuan Aris, dia lewat itu katanya juga sudah menyapa. Kami masih menyelidikinya, siapa saja yang terlibat,” kata Gargarin.

Dalam proses penyelidikan, polisi sempat mengamankan enam orang. Hanya dua yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Semarang Selatan. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.