Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster Senilai Rp 5.8 M Digagalkan

Ini kali ketiga, penyelundupan baby lobster digagalkan. Puluhan ribu baby lobster diselamatkan.

SEMARANG – Petugas gabungan untuk ketiga kalinya berhasil menggagalkan aksi penyelundupan benih lobster pasir. Jumlah yang diselamatkan sebanyak 38.900 ekor. Saat ini, tim gabungan yang dipimpin Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang telah melepasliarkan puluhan ribu biota laut tersebut ke perairan Pulau Cemara Besar, gugusan Kepulauan Karimunjawa, Jepara.

Foto: Pelepasliaran lobster pasir di Pulau Cemara Karimunjawa.
“Di mana pulau yang masih asri, dengan perairan yang jernih. Apalagi di sana pasirnya putih dan juga merupakan daerah zona terumbu karang tempat habitat benih Lobster tinggal dan berkembang,” ungkap Kepala Seksi Wasdalin BKIPM Semarang Ely Musyarofah, dalam keterangan yang didapat metrojateng.com, Selasa (21/5/2019).
Penggagalan penyelundupan benih lobster putih itu dilakukan petugas BKIPM Jakarta pada 20 Mei, kemarin. Ia mengaku lega bisa menyelamatkan kerugian negara yang ditaksir senilai Rp 5,8 miliar. “Ini sudah kali ketiganya kami menggagalkan penyelundupan baby lobster, yang pertama jumlahnya 69.005 ekor. Kedua ada 23.948 ekor. Dan sekarang ada 38.900 ekor yang diselamatkan. Totalnya ada 131.853 ekor,” sergahnya.
Ia berharap pada masa mendatang bisa jadi tahun kebangkitan budidaya lobster sebagai komoditas perikanan unggulan di Jawa Tengah.
“Tentu saja perlu dukungan dari semua pihak, baik masyarakat maupun  pemerintah setempat untuk bersama sama menjaga benih lobster di wilayah Karimunjawa,” cetusnya.
Ia menyarankan kepada masyarakat pesisir Jepara untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan pantainya. Salah satunya mengurangi penggunaan plastik sehingga tidak mencemari laut.
Ia juga mengimbau kepada nelayan supaya berhenti menebar jaring ikan paling tidak 1 kilometer dari wilayah penebaran lobster. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.