Penyandang Gangguan Mental Miliki Hak Suara

Semua WNI yang memenuhi syarat tetap kita daftar. Tidak dibedakan. Saat ini jumlahnya 428 jiwa.

SEMARANG- Setidaknya 428 pemilih gangguan mental asal Jawa Tengah dipastikan ikut berpartisipasi dalam kontestasi Pemilu 2019.

Penyerahan logistik pemilu di KPU Sukoharjo, Rabu (21/11/2018). Foto: metrojateng.com

Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah menyatakan partisipasi mereka dalam Pileg dan Pilpres 2019 sudah mendapat rekomendasi dari dokter yang ada di rumah-rumah pengobatan dan panti rehabilitasi.

Komisioner KPU Jateng, Ikhwanuddin mengatakan, pendataan terhadap pemilih gangguan mental menggunakan rekam data e-KTP. Jika memenuhi syarat kesehatan dari tim medis, ia menyebut sah-sah saja seorang disabilitas dengan gangguan mental ikut nyoblos.

“Semua WNI yang memenuhi syarat tetap kita daftar. Tidak dibedakan. Saat ini jumlahnya 428 jiwa,” tuturnya kepada metrojateng.com, Kamis (29/11/2018).

Namun, ia memperkirakan jumlah pemilih dengan gangguan mental masih bisa bertambah. Sebab, proses pendataan di rumah dan panti rehabilitasi masih dilakukan sampai saat
ini.

Ia menyarankan kepada penderita gangguan mental yang ingin ikut coblosan supaya melampirkan surat keterangan dari dokter. Kalau tidak memenuhi syarat tetap tidak bisa ikut coblosan.

Di samping itu, menurut Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat, pelibatan penderita gangguan mental demi meningkatkan partisipasi pemilu di Pemilu 2019.

Mereka, tambahnya akan diberi fasilitas TPS seperti pemilih pada umumnya. “TPS didirikan kalau di daerah ada pemilihnya, minimal 300 orang sesuai di PKPU,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.