Penumpang Koridor 4 Pingsan di Dalam BRT Trans Semarang

Jika terjadi keadaan darurat, Petugas Tiketing Armada (PTA) bisa menghubungi layanan SOS yang ada di Mesin E-tiketing, data akan masuk ke call center untuk selanjutnya ditangani.

SEMARANG – Seorang wanita pengguna jasa BRT Trans Semarang koridor 4 rute Stasiun Tawang – Terminal Cangkiran, pingsan di dalam bis nomor lambung 4.019 saat berada dalam perjalanan dari Stasiun Tawang menuju Terminal Cangkiran, Senin (17/6/2019) pukul 10.13 WIB.

PTA bersama Koordinator SDM mengantar korban pingan kepada pihak keluarga untuk dijemput dibawa pulang.

Menurut penuturan Beti, Petugas Tiketing Armada (PTA) yang bertugas, mengungkapkan pengguna jasa tersebut naik dari Shelter Balaikota menuju arah Cangkiran, Mijen. Sesampainya di daerah Jatibarang, penumpang wanita tersebut kelihatan lemas dan sesak nafas.

Petugas segera menghubungi call center melalui alat tiketing untuk menyampaikan adanya kejadian darurat melalui layanan SOS, guna melaporkan kejadian yang dialami penumpang.

Driver segera membawa penumpang tersebut menuju Puskesmas Mijen. Pengguna jasa yang lain turut membantu menurunkan sesampainya di Puskesmas Mijen.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan membenarkan adanya kejadian tersebut.

‘’Benar, ada seorang penumpang wanita di koridor 4 yang sesak nafas dan pingsan di dalam Bus pagi ini. Petugas segera sigap melaporkan adanya kejadian tersebut,’’ tuturnya lewat sambungan telepon.

Ade menambahkan di mesin tiketing yang dibawa oleh petugas, terdapat layanan SOS yang berfungsi melaporkan keadaan darurat yang terjadi selama pelayanan.

‘’Jika terjadi keadaan darurat, PTA bisa menghubungi layanan SOS yang ada di Mesin E-tiketing, data akan masuk ke call center untuk selanjutnya ditangani,’’ imbuh Ade.

Menurut keterangan wanita yang diketahui bernama Eni Ismawati tersebut, dia hendak mendaftarkan anaknya yang masuk sekolah SMK. Namun belum sempat sarapan dan kebetulan punya riwayat sakit maag. ‘’Dari berangkat sudah merasa perut sakit,’’ tuturnya.

Setelah mendapat perawatan dan sadarkan diri, dia kemudian dijemput dan dibawa pulang oleh keluarganya di Puskesmas Mijen Semarang.

Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada BRT Trans Semarang yang cepat tanggap dan telah menolong. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.