Penuh Lapak, Lahan Parkir Pasar Bintoro Semrawut

?
DEMAK – Para pedagang Pasar Bintoro Demak nekat membuka lapak di lahan parkir. Hal tersebut membuat penataan pasar terlihat semrawut dan kumuh.

Selain itu, para pembeli yang membawa sepeda motor kesulitan menemukan tempat parkir. Bahkan lorong tengah lantai bawah maupun atas terlihat tidak tertata.

Hal tersebut membuat Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan Satpol PP Kabupaten Demak melakukan inspeksi mendadak

Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Demak, Fikri mengatakan bahwa sejumlah pedagang yang memiliki kios bagian dalam nekat berjualan di lahan parkir. Hal itu karena mereka klaim lebih menguntungkan. Namun, sebaliknya pedagang yang bertahan di kios dalam merasa sepi.

“Maka dari itu kami turun ke lapangan untuk mengecek kondisi secara langsung. Kami pun memberikan arahan kepada pedagang yang nakal serta juru parkir,” katanya, Senin (14/11/2016).

Dikatakannya, dengan digunakannya lahan parkir untuk berdagang membuat pasar tidak tertata dan kumuh. Bahkan menimbulkan konflik antarpedagang.

“Untuk itu kami minta semua elemen untuk saling menjaga ketertiban,” lanjutnya.

Kadi Penertiban Disperindagkop Kabupaten Demak, Payto menambahkan bahwa dari keterangan yang diperoleh di lapangan para pedagang memaksa juru parkir dengan membayar kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari tiap pedagang.

“Ini tidak diperbolehkan. Kami akan terus melakukan penertiban,” paparnya.

Sementara Mono, seorang juru parkir mengaku sistem sewa lahan tersebut sudah dilakukan oleh juru parkir sebelum dia.

“Saya hanya meneruskan saja, karena sudah dilakukan juri parkir yang dulunya tugas di sini. Tiap pedagang biasanya memaksa membayar Rp5.000 per hari,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

31 + = 40

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.