Pentingnya Indikasi Geografis Terhadap Perlindungan Sumber Daya Genetik

Oleh: Rerenstradika Tizar Terryana

Untuk menghindari pedagang tidak benar yang memalsukan produk-produk lokal termasuk sumber daya genetik pertanian

INDIKASI Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk. Faktor lingkungan geografis dapat memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan.

IG termasuk dalam kelompok Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diatur dalam TRIPS Agreement pada GI (pasal 22-24), UU Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek, PP Nomor 51 Tahun 2007 Tentang Indikasi Geografis, dan UU Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek danIindikasi Geografis.

Menurut Tim Ahli Indikasi Geografis dan Komisi Nasional Sumber Daya Genetik Prof. Sugiono Moeljopawiro, IG merupakan suatu konsep keberlanjutan sebagai pelindung pilar pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan. Dalam Seminar Tematik yang digelar Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Prof Sugiono menyebut, kerunutan IG sangat penting dalam melawan kegiatan pemalsuan. Ini untuk menghindari pedagang tidak benar yang memalsukan produk-produk lokal termasuk sumber daya genetik pertanian.

Produk Indikator Geografis sangat spesifik lokasinya. Indikator Geografis dimiliki oleh masyarakat yang ada di wilayah tersebut, sehingga perlu adanya organisasi masyarakat yang beranggotakan petani, pengepul hingga pengekspor. Untuk mendapatkan indikator, pemohon harus membuat sebuah buku spesifikasi produk atau dokumen denskripsi produk yang berisi detail karakteristik produk beserta proses dalam mendapatkan produk tersebut.

Setelah pengajuan permohonan, dilaksanakan pemeriksaan substantif dalam sidang tim ahli Indikasi Geografis yang mengacu pada dokumen deskripsi. Tim ahli selanjutnya akan mendatangi lokasi untuk mengecek kesesuaian spesifikasi produk dengan yang ada dalam buku spesifikasi.

Hingga saat ini terdapat 74 tanaman dan produk, seperti kopi, beras, minuman dan produk IG lainnya yang telah terdaftar ke Kementerian Hukum dan HAM. Produk IG tidak mengenal batas waktu perlindungan, sehingga perlindungan tetap ada selama karakteristik khas dan kualitas produk tersebut masih ada.

——————–

Tentang Penulis. Rerenstradika Tizar Terryana adalah peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.