Penjual Indomie Kini Tak Buang Sampah Plastik Sembarangan

Sudah 1 ton limbah plastik yang terkumpul.

SEMARANG- Kota Semarang menjadi percontohan program Green Warung Makan Indomie (Warmindo) yang diselenggarakan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Program tersebut berupaya untuk menekan limbah sampah dari Warmindo.

KepaIa Cabang lndofood CBP Divisi Mi lnstan Cabang Semarang, Devie Permana memberikan penghargaan kepada Warmindo terbaik di sela acara peluncuran program Green Warmindo di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (1/11/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Kepala Cabang lndofood CBP Divisi Mi lnstan Cabang Semarang, Devie Permana mengatakan, sejak sosialisasi dan edukasi pada bulan Juli lalu, program Green Warmindo ini sudah diikuti oleh 33 pedagang yang tersebar di kawasan Tembalang dan Banyumanik.

“Program ini merupakan upaya kami untuk mengurangi limbah sampah dari Warmindo. Sekaligus untuk mengedukasi dan membangun circular economy,” tuturnya dalam peluncuran program Green Warmindo di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (1/11/2018).

Green Warmindo sudah dikampanyekan sejak bulan Juli oleh Indofood. Produsen mie instan tersebut mendatangi dan menyosialisasikan ke Warmindo di Kota Semarang untuk memilah sampah dari warung tersebut.

Program pemilahan dan pengumpulan sampah kemasan dari Warmindo dilakukan Indofood bersama Yayasan Bintari sebagai fasilitator dan implementator.

Dari Green Warmindo, Indofood melakukan kajian pengumpulan kemasan dari warung-warung untuk menemukan potensi pengumpulan kemasan bekas agar menjadi lebih bernilai dan dengan mekanisme yang paling tepat serta efisien.

“Setelah 33 Warmindo terlibat pada program ini. Sudah 1 ton limbah plastik yang terkumpul. Kami pun akan terus memberikan edukasi, pelatihan dan pendampingan kepada setiap pengusaha serta karyawan Warmindo mengenai cara memilah sampah kemasan, seperti bungkus Indomie maupun kemasan produk lain yang digunakannya agar tetap bersih sehingga memiliki nilai jual,” jelasnya.

Melalui program ini Indofood memiliki komitmen untuk mempraktikkan sustainable business yang mana salah satu aspeknya menyangkut tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Sehingga, program CSR terkait Ccrcular economy itu akan terus diakukan dan dikembangkan baik di pusat maupun di daerah lainnya.

“Tidak menutup kemungkinan, program ini akan kami aplikasikan juga di seluruh cabang Indofood di Indonesia. Adapun, target kami setelah Semarang akan diimplementasikan di Yogyakarta karena potensi disana mencapai 1.600 Warmindo,” kata Head of Corporate Social Responsibility Indofood, Deni Puspahadi.

Pemilik Warmindo di Tembalang, Didi Suhedi mengatakan, pihaknya telah terlibat program Green Warmindo sejak awal sosialisasi pada Juli lalu.

Pihaknya melatih para karyawan untuk menerapkan pemilahan dan pengumpulan limbah atau sampah bungkus mie instan, botol/bungkus minuman, kaleng dan kemasan produk lainnya.

“Awalnya memang agak susah, karena kami sudah terbiasa buang sampah di tempat yang sudah ada. Namun, seiring ada program ini kami jadi terbiasa memilah dan mengumpulkan sampah. Sebab, kami juga ingin berkomitmen menjaga bumi dan lingkungan yang akan diwariskan ke anak cucu kami,” tuturnya. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.