Penjual Hewan Kurban Nekat Jajakan Kambing Belum ‘Poel’

Terdapat 13 kambing yang tidak layak untuk hewan kurban yang dijual di tepi Jalan Jolotundo.

SEMARANG- Dinas Pertanian Kota Semarang memeriksa kelayakan hewan kurban yang berada di sepanjang Jalan Jolotundo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (15/8/2018).

Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang memeriksa gigi kambing di penjualan tepi Jalan Jolotundo,Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (15/8/2018). Foto: metrojateng/Masrukhin Abduh

Pada pemeriksaan sampel di dua lapak pedagang yang menjual hewan, terdapat 13 kambing yang tidak layak untuk hewan kurban. Sebab, syarat-syarat menurut aturan Islam tak terpenuhi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana mengatakan, belasan kambing yang tidak layak dijadikan hewan kurban itu, karena di antaranya belum berumur dua tahun atau giginya belum poel. Selain itu tanduknya juga ada yang rusak sehingga tidak boleh untuk hewan kurban.

“Kami telah meminta pedagangnya untuk tidak menjual kambing itu sebagai hewan kurban, tapi kalau dijual untuk keperluan lainnya silakan,” katanya.

Dia menegaskan, binatang yang dijual untuk hewan kurban harus benar-benar sehat dan bagus fisiknya. Selain kambing, untuk sapi yang ada di lapak pedagang yang dijual di Jalan Jolotundo semuanya layak untuk dijadikan hewan kurban. Pihaknya menandai kambing dan sapi yang layak untuk kurban dengan stiker khusus.

“Selain itu, kami juga telah mengimbau kepada pedagang agar jujur kepada pembeli manakala da hewan yang dijualnya belum layak untuk hewan kurban,” tegasnya. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.